<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia &#187; Wisata</title>
	<atom:link href="/category/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.palingindonesia.com</link>
	<description>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jan 2013 12:00:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Wisata Curug Apuy &#8220;Muara Jaya&#8221; Majalengka</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/wisata-curug-apuy-muara-jaya-majalengka/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/wisata-curug-apuy-muara-jaya-majalengka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2013 12:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bonsay Budak Bandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=7075</guid>
		<description><![CDATA[Curug Muara Jaya atau yang sering disebut sebagai Curug Apuy adalah sebuah wisata alam berupa pemandangan air terjun di Desa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Curug Muara Jaya atau yang sering disebut sebagai Curug Apuy adalah sebuah wisata alam berupa pemandangan air terjun di Desa Argamukti, kecamatan Argapura, sekitar 23 KM dari Majalengka dan 11KM dari pasar Pasar Maja. Di sepanjang perjalanan menuju kawasan wisata air terjun Muara Jaya, Anda dapat menikmati bentangan indah alam yang didominasi oleh perkebunan palawija dan sayuran, daerah dataran rendah yang ada di bawah, serta keperkasaan Gunung Ciremai yang berdiri gagah di bagian timur cakrawala.</p>
<p>Limpahan air Curug Muara Jaya yang jernih memang menantang untuk ditaklukkan. Sekedar bermain-main atau berendam adalah sebuah aktifitas menyenangkan yang banyak dilakukan oleh para wisatawan, meskipun dalam kondisi suhu air yang lumayan dingin. Ketika hari libur datang, banyak pengunjung yang datang dan meramaikan Curug Muara Jaya ini. Kesejukan alam dan keindahan areanya juga sering menjadi alasan bagi para wisatawan untuk sengaja datang dan berkemah di daerah ini. Sedangkan mereka yang berjiwa petualang dan agak terobsesi dengan ketinggian, mereka biasanya memanfaatkan lekuk dan kelok kawasan Curug Muara Jaya sebagai jalan untuk menaklukkan keperkasaan puncak Gunung Ciremai.</p>
<p>Selain pesona Curug Muara Jaya, akhir-akhir ini Majalengka juga makin terkenal berkat kabar kandungan emas 35 karat yang ada di Bukit Lamping Kiara. Istilah emas 35 karat adalah istilah yang diberikan oleh warga sekitar atas kepercayaan mereka bahwa kadar emas murni yang terkandung di bukit tersebut luar biasa tinggi.</p>
<p>Kabupaten Majalengka adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang istimewa. Wilayah administratif yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu di utara, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan di timur, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya di selatan, serta Kabupaten Sumedang di sebelah barat ini diberkahi dengan bentang alam yang indah dan mempesona. Dengan area dataran rendahnya di arah utara dan dataran tinggi di selatan, Majalengka adalah penghasil komoditas agro bisnis yang handal, meliputi buah-buahan, teh, beras dan palawija. Dan pesona alam Majalengka pun juga menyimpan potensi pariwisata</p>
<p>Sumber :http://majalengka.blog.unsoed.ac.id</p>
<p>Foto: morincirebon.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/wisata-curug-apuy-muara-jaya-majalengka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesona Dondai, Pesona Sentani</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/pesona-dondai-pesona-sentani/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/pesona-dondai-pesona-sentani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2013 12:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nindya Herdianti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=7088</guid>
		<description><![CDATA[Sentani memang penuh kejutan. Mau dilihat dari sisi manapun, kapanpun dan sama siapapun, kecantikannya mempesona hati. Serius deh! Cocok banget [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sentani memang penuh kejutan. Mau dilihat dari sisi manapun, kapanpun dan sama siapapun, kecantikannya mempesona hati. Serius deh! Cocok banget buat yang lagi menggalau. Buat yang lagi jomblo atau putus sama pacar, jalan-jalan ke Sentani obatnya. Buat yang abis ditolak, Sentani obatnya. Buat yang setres skripshit, Sentani bisa jadi obat. TAPI BUKAN BUAT BUNUH DIRI YAAA!!! <img src='/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pokoknya, kalau ke Papua Timur, khususnya ke Jayapura, mampir lah ke Sentani.</p>
<p>Nah, kali ini Sentani ngasih saya kejutan yang nggak akan terlupakan. DONDAI. Apa itu Dondai??</p>
<p>Jadi Dondai itu sebuah kampung yang terletak di bagian lain Sentani. Perjalanan ke kampung Dondai ini dapat ditempuh dari kampung Doyo Lama naik perahu motor. Nggak jauh-jauh amat kok. Sekitar se-jam-an. Nah, perjalanannya inilah yang sumpah-oke-banget-jadi-kalau-ke-Sentani-kamu-wajib-banget-ke-dondai!!!!</p>
<p>Kita pun membelah danau Sentani naik perahu motor gitu. Rambut berkibar-kibar, kalau yang pakai jilbab, ya jilbabnya yang berkibar. Mata melotot, mulut menganga, saking kagumnya sama pemandangan sekitar. Nggak lupa jeprat-jepret sana-sini sambil tetep menganga sih. Abis kerennya, itu lo. Ciamik tenin!!!</p>
<p>Bahkan waktu di deket-deket Dondai, kan kami berangkatnya sore tuh ya, nah kami disambut sama hampir-sunset yang nggak kalah oke. Kenapa hampir sunset? Soalnya mataharinya belum bener-bener tenggelam.</p>
<p>Setelah capek berwow-wow ria nggak jelas di perahu boat itu, sampailah kami ke dermaga Dondai. Rumah-rumah penduduk di Dondai ini berupa rumah panggung.</p>
<p>Nah, di Dondai ini kita mau sowan ke rumah ondo avi. Ondo avi ini sebutan dari kepala suku di Sentani (atau papua secara keseluruhan, ya?, mungkin temen-temen lain yang pernah ke Papua lain yang bisa jawab). Terus di Dondai ini ternyata belum ada listrik lo. Ada sih, cuma dari jam 6-9, selanjutnya ya hanya mengandalkan sinar matahari di siang hari atau gelap-gelapan di malam hari. Budaya mabuknya juga masih kentel, jadi agak ati-ati aja kalau kesini di malam hari.</p>
<p>Setelah puas menikmati Dondai, kami pun membelah si Sentani lagi. Perjalanan malam berbekal satu lampu penerangan, buat tanda kalau disitu ada perahu gitu. Kami nggak sendiri, gemerlap bintang bertebaran indah di langit. Tapi sayang, keterbatasan teknologi yang saya miliki jadi nggak bisa mengabadikan. Cuma mata dan memori yang bekerja saat itu. Merekam tiap potongan bintang, mencoba membaca rasi, dan nggak tau deh itu rasinya apaan (sok-sokan banget nggak sih? ha ha ha). Tapi yang pasti pengalaman Dondai saya sangat menyenangkan. Penuh kejutan! Well, Papua emang gudangnya kejutan bukan sih? <img src='/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<a href='/pesona-dondai-pesona-sentani/attachment/31072011608/' title='31072011608'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2013/01/31072011608-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="31072011608" title="31072011608" /></a>
<a href='/pesona-dondai-pesona-sentani/attachment/31072011594/' title='31072011594'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2013/01/31072011594-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="31072011594" title="31072011594" /></a>
<a href='/pesona-dondai-pesona-sentani/attachment/31072011621/' title='31072011621'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2013/01/31072011621-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="31072011621" title="31072011621" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/pesona-dondai-pesona-sentani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Harapan, Harapan Kecil dari Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/pulau-harapan-harapan-kecil-dari-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/pulau-harapan-harapan-kecil-dari-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2013 08:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Githa Anathasia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau. Kepulauan Seribu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6961</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Harapan merupakan salah satu pulau di gugusan kepulauan seribu. Secara administratif Pulau Harapan berstatus kelurahan di Kecamatan Pulau Seribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pulau Harapan merupakan salah satu pulau di gugusan kepulauan seribu. Secara administratif Pulau Harapan berstatus kelurahan di Kecamatan Pulau Seribu Utara yang terdiri dari 3 kelurahan yaitu Kelurahan Pulau Harapan, Kelurahan Pulau Kelapa, dan Kelurahan Pulau Panggang. Letak Pulau Harapan persis bersebelahan dengan Pulau Kelapa dan terhubung oleh satu ruas jalan. Jarak tempuh dari Jakarta lebih kurang 3 jam menggunakan angkutan penyebrangan ferry dari pelabuhan Muara Angke di Jakarta utara. Akses lain bisa menggunakan kapal sewaan dari Ancol, atau dari beberapa titik pemberangkatan di Tengerang, Banten.</p>
<p><strong>Penduduk</strong><br />
Jumlah penduduk Pulau Harapan mencapai 2.200 jiwa atau 770 KK. Mata pencahariaan utama penduduk adalah nelayan. Penduduk Pulau Harapan pada umumnya merupakan penghuni turun-temurun yang sudah menghuni pulau ini sejak ratusan tahun. Mereka terdiri dari beberapa etnis seperti Jawa, Sunda, Bugis, Makassar dan sejumlah etnis lainnya yang sudah berinteraksi sejak lama dan mengalami asimilasi melalui perkawinan. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia dengan sedikit aksen yang khas.</p>
<p><strong>Pariwisata</strong><br />
Melihat potensi yang ada, pariwisata merupakan masa depan perekonomian Pulau Harapan. Tetapi untuk saat ini, pariwisata di Pulau Harapan belum mendapatkan perhatian serius dan belum digarap dengan baik. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan yang masih kalah dibandingkan dengan pulau lain di kepulauan seribu yang sudah lama dijadikan destinasi wisata seperti Pulau Pramuka dan Pulau Tidung misalnya. Padahal, potensi wisata Pulau Harapan tidak kalah menarik dan sangat potensial.</p>
<p>Beberapa waktu belakangan terutama sejak tahun 2005, geliat pariwisata di Pulau Harapan mulai menggembirakan. Pulau Harapan mulai dilirik terutama oleh wisatawan lokal. Ini didukung pula oleh fasilitas penunjang berupa sarana dan prasarana pariwisata yang mulai membaik. Saat ini sudah mulai hadir beberapa tempat penginapan dan home stay, beberapa warung yang menyediakan menu makanan, dan tempat penyewaan peralatan snorkling. Tersedia juga kapal kecil yang siap sedia menjelajahi pulau. Semua fasilitas ini diharapkan menjadi pendorong kemajuan pariwisata di Pulau Harapan ke depan.</p>
<p>Pariwisata diharapkan memberikan trickledown effect bagi perekonomian masyarakat di Pulau Harapan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan bisa menjadi pendorong aktifitas ekonomi yang menguntungkan masyarakat luas melalui berbagai sektor. Masyarakat pulau bisa terlibat dalam banyak bidang usaha yang meliputi :<br />
• Penginapan<br />
• Akomodasi<br />
• Safety<br />
• Kuliner local<br />
Point point diatas sudah dimiliki oleh Kelompok Sadar Wisata Lingkungan yang dipimpin oleh Bapak Safrudin (aka. Rambo).</p>
<p><strong>Pemberdayaan</strong><br />
Aktifitas pemberdayaan di Pulau Harapan umumnya dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Lembaga pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan. Program yang dijalankan antara lain berupa pemberian pinjaman dana bergulir, latihan keterampilan kerja, peningkatan penghasilan melalui keramba.<br />
Pinjaman bergulir tanpa bunga sudah diberikan pada nelayan sejak tahun 2002. Pinjaman ini merupakan bantuan permodalan dari pemerintah. Program ini berjalan sampai tahun 2008 silam dan berhenti karena terjadi kemacetan dana bergulir.</p>
<p><strong>Mangrove</strong><br />
Pulau Harapan menjadi salah satu wilayah konservasi Mangrove di kawasan Kepulauan Seribu. Sejak lima tahun terakhir konservasi mangrove dilakukan secara partisipatif melibatkan warga masyarakat. Saat ini hampir di setiap RT terdapat tempat pembudidayaan mangrove.</p>
<p><strong>Kebersihan &amp; Kompos</strong><br />
Penduduk Pulau Harapan relative sudah memiliki kesadaran tentang kebersihan. Hal ini terliahat dari adanya bak-bak penampungan sampah di sepanjang jalan di depan rumah warga. Dukungan pihak kelurahan dan pemerintah daerah soal kebersihan ini memang sudah berlangsung lama.<br />
Belakangan ini terlihat bak-bak penampungan sampah tersebut terisi penuh dan belum dipindahkan. Sebagian sampah yang sudah memenuhi bak penampungan tersebut ada yang meluap dan tumpah ke jalan.</p>
<p>Pulau Harapan memiliki sebuah fasilias pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir yang sebelumnya dikelola oleh pemerintah melalui dinas kebersihan provinsi. Namun sejak Pebruari 2012 lalu fasilitas ini tidak lagi dibiayai oleh pemerintah. Ini disebabkan karena Dinas Kebersihan mengalami perampingan sehingga tidak ada lagi anggaran untuk fasilitas kebersihan seperti dulu.</p>
<p><strong>Entrepreneurship</strong><br />
Seperti telah disebutkan tadi, mayoritas penduduk Pulau Harapan hidup sebagai nelayan terutama nelayan tangkap. Ini masih merupakan pekerjaan ekstraktif yakni memanfaatkan langsung sumberdaya yang ada di alam. Belakangan ini sebagian penduduk sudah ada yang melakukan usaha perikanan budidaya menggunakan keramba. Di depan pulau terdapat keramba-keramba milik warga.</p>
<p>Menurut keterangan beberapa penduduk, nelayan pada umumnya belum memiliki kesadaran untuk berwirausaha di luar usaha mereka sebagai nelayan. Selain itu, kebiasaan menabung juga belum tumbuh di kalangan masyarakat nelayan. Banyak kalangan masyarakat nelayan yang merasa bahwa usaha melaut akan terus memberikan penghasilan buat mereka. Akibatnya tidak jarang mereka berprilaku boros karena beranggapan toh besok masih akan mendapat hasil tangkapan.</p>
<p>Bidang usaha lain yang digeluti penduduk Pulau Harapan yaitu perdagangan dan keterampilan. Saat ni sudah ada beberapa keluarga yang memiliki usaha pembuatan kerupuk ikan.keterampilan ini mereka dapatkan dari pelatihan yang pernah diselenggarakan oleh pemerintah daerah.</p>
<p><strong>Tanggap Bencana</strong><br />
Akhir Januari 2012 lalu angin kencang menghantam sebagian besar wilayah di gugus kepulauan seribu. Wilayah yang terdampak parah antara lain adalah Pulau Harapan dan Pulau Kelapa. Di kedua pulau ini total bangunan yang rusak mencapai lebih dari 400 rumah. Angin puting beliung juga merusak beberapa bangunan sekolah, menumbangkan pohon-pohon, dan melukai puluhan orang.</p>
<p>Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di Pulau Harapan. Kejadian serupa juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu namun tidak separah kejadian awal Januari 2012 lalu.<br />
Pulau Harapan belum memiliki program terancana terkait penanggulangan bencana. Saat ini koordinasi penanggulangan bencana masih sangat tergantung dengan pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta Palang Merah Indonesia (PMI). Posko penaggulangan bencana dibentuk sesaat terjadi bencana di bawah koordinasi kelurahan dibantu karangtaruna.</p>
<p>Ke depan diharapkan ada blue print penanggulangan bencana yang melibatkan masyarakat lebih luas. Pemahaman dan kepedulian warga masyarakat soal kesiapsiagaan bencana harus dibangun lebih baik lagi.</p>
<p>Selain yang disebutkan di atas, kekayaan bahari yang terdapat di pulau ini juga tidak kalah indah dengan tempat lain. Sebut saja Soft Coral berjenis Dendrophthya sp, ada juga Fire Coral, Sea pean. Anemon anemone yang menjadi tempat bermain Clown Fish, juga banyak terdapat di pulau ini. Karang karang yang terdapat di pulau ini kebanyakan ditanam oleh para warga dari Pulau Harapan. Jadi sekarang, bertambah lagi destinasi wisata alternatif yang terdapat di Kepulauan Seribu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/pulau-harapan-harapan-kecil-dari-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksotika Alami Air Terjun Biroro</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/eksotika-alami-air-terjun-biroro/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/eksotika-alami-air-terjun-biroro/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2013 03:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akbar Mangindara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6988</guid>
		<description><![CDATA[30 Desember 2012, pagi mendung di desa Biroro&#8217; Kelurahan Bontolerung, Gowa Sulawesi Selatan. Meskipun mendung, hal itu tidak menyurutkan semangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="text-align: justify;">30 Desember 2012, pagi mendung di desa Biroro&#8217; Kelurahan Bontolerung, Gowa Sulawesi Selatan. Meskipun mendung, hal itu tidak menyurutkan semangat saya dan beberapa teman untuk mengunjungi lokasi air terjun Biroro&#8217; ini. Informasi tentang air terjun ini didapatkan dari salah seorang teman yang kebetulan jarak rumah dan lokasi air terjun yang berdekatan.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Air terjun Biroro ini terletak di desa Biroro kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggi Moncong, kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar 2 KM dari kota Malino. Jalan menuju ke daerah ini lumayan sulit karena akses jalan yang banyak tanjakan dan turunan serta kondisi jalan yang masih berlubang sehingga mesti hati-hati jika berkendara ke tempat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jarak air terjun dari akses jalan sekitar 200 meter. Kita mesti berjalan kaki untuk menuju lokasi air terjun. Dalam perjalanan itu kita akan disuguhi oleh hamparan persawahan yang luas yang bertingkat-tingkat. Panorama di tempat ini sungguh indah. Setelah itu kita akan menuruni jalan setapak yang berbatu-batu dan melewati jembatan bambu. Disekitar daerah ini tumbuh tinggi subur bambu-bambu dengan ukuran yang cukup besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di lokasi Air terjun Biroro, kita langsung dimanjakan dengan pemandangan air terjun Biroro. Air terjun ini masih terlihat begitu asri dengan hamparan batu disekitarnya. Suasana hijau masih terlihat jelas disekelilingnya. Belum ada pembangunan di area air terjun namun inilah yang membuat air terjun ini nampak begitu eksotik. Air terjun ini memang belum populer jika dibandingkan dengan air terjun Takappala yang letaknya tidak jauh dari lokasi ini juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Air terjun Biroro ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter. Bagi para pendatang, diharapkan untuk tetap hati-hati jika ingin berenang di lokasi air terjun ini karena menurut informasi dari warga, bahwa tepat di bawah air terjun Biroro ini terdapat kolam yang dalamnya mencapai 8 meter.</p>
<p style="text-align: justify;">Senang rasanya mengunjungi tempat ini. Dan bagi para petualang yang ingin menikmati air terjun alami dan jauh keramaian, air terjun Biroro sangat tepat untuk dijadikan pilihan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/eksotika-alami-air-terjun-biroro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Agung An-nur Pekanbaru</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/masjid-agung-an-nur-pekanbaru/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/masjid-agung-an-nur-pekanbaru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2012 09:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haqki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6889</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Agung An-nur adalah salah satu masjid megah di Indonesia dan menjadi masjid kebanggaan masyarakat riau. secara historis, rencana untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid Agung An-nur adalah salah satu masjid megah di Indonesia dan menjadi masjid kebanggaan masyarakat riau. secara historis, rencana untuk mendirikan Masjid Agung An-Nur telah ada sejak tahun 1963. Namun baru direalisasikan pada tahun 1966 ketika Kaharuddin Nasution menjadi Gubernur Riau. Pada tanggal 27 Rajab 1388 H atau bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 1968 Masjid Agung An-Nur diresmikan penggunaannya oleh Arifin Ahmad, Gubernur Riau waktu itu. Pada tahun 2000 ketika Shaleh Djasit menjadi Gubernur Riau, Masjid Agung An-Nur direnovasi secara besar-besaran. Bila pada masa Gubernur Kaharuddin Nasution areal Masjid An-Nur hanya seluas 4 hektar dengan daya tampung sekitar 2000 jamaah, maka pada masa Gubenur Shaleh Djasit areal Masjid Agung An-Nur diperluas hingga mencapai 12,6 hektar dengan daya tampung sekitar 3000 jamaah.</p>
<p>Masjid Agung An-Nur Riau terletak hampir di pusat kota, tepatnya di jalan Hang Tuah. Masjid ini merupakan Masjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi menara besar dan tinggi, terletak di pusat kota Pekanbaru, memiliki fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas serta tertata rapi dikelilingi pepohonan yang membuat sejuk. Bangunan masjid ini terdiri dari dua lantai, bagian atas tempat shalat dan di lantai bawah merupakan tempat sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta tempat pelaksanaan pendidikan Islam. Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas, bila sore hari akan ramai dikunjungi masyarakat kota untuk berolahraga atau bersantai. Masjid ini juga menyediakan fasilitas hotspot gratis tanpa bayar dan free user logon tanpa harus meminta password. Lahan parkir Masjid Agung sangat luas, baik untuk sepeda motor maupun kendaraan roda empat dan enam. Lokasinya juga aman, asri dan nyaman.</p>
<p>Masjid Agung An-Nur juga menjadi incaran para pedagang. Tentunya dagangan yang dijajakan juga berkaitan dengan kemasjidan terutama pada suasana bulan suci Ramadhan misalnya. Disamping itu banyak juga dijumpai dagangan buku-buku agama Islam. Begitu juga dagangan sejumlah tasbih dengan motif yang beraneka ragam, peci, serta parfum non-alkohol. Malah ada juga yang menjual makanan seperti dodol, kurma serta obat-obatan. Pernak-pernik dagangan Ramadhan ini menjadi daya tarik sendiri saat bulan Ramadhan di Masjid Agung An-Nur Riau. Pada malam hari kawasan masjid ini dihiasi dengan cahaya dari lampu yang berwarna warni sehingga pengunjung seakan-akan berada di kawasan Taj Mahal, India.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/masjid-agung-an-nur-pekanbaru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danau Kelimutu</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/danau-kelimutu-2/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/danau-kelimutu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2012 04:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5374</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah menjajal trekking ke Danau Kelimutu namun sebagian mungkin masih bermimpi untuk mengunjunginya. Danau yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah menjajal trekking ke Danau Kelimutu namun sebagian mungkin masih bermimpi untuk mengunjunginya. Danau yang memiliki tiga warna ini teletak di puncak Taman Nasional Kelimutu.</p>
<p>Perjalanan dengan mobil sewaan berkapasitas 7 kursi dapat membuat Anda terhibur dengan pemandangan mengesankan disepanjang jalan selama beberapa jam. Perjalanan berliku yang menghubungkan pulau sepanjang 350 km ini bagaimana pun juga merupakan harga yang pantas untuk keindahan panorama Flores yang patut untuk diperbincangkan.</p>
<p>Taman Nasional Kelimutu merupakan taman nasional terkecil dari enam taman nasional di Bali dan Nusa Tenggara. Akan tetapi, ukuranya tidak begitu penting ketika Anda menyaksikan keindahan alam yang ditawarkan taman nasional ini. Di sini terdapat tiga danau yang terletak di puncak Gunung Kelimutu, ketiga danau tersebut memiliki nama yang sama dan popular dikenal sebagai Danau kelimutu. Setiap danau memiliki warna dan arti masing-masing. Ketiga danau itu diyakini merupakan tempat bersemayamnya roh-roh dan juga diyakini memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.</p>
<p>Danau Kelimutu dipopularkan seorang warga Belanda bernama Van Such Telen pada tahun 1915. Keindahannya semakin dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan keindahan dan perubahan warna air danau tersebut dalam tulisannya tahun 1929.</p>
<p>Untuk mencapai lokasi danau, Anda dapat memulai dari Moni, kota kecil yang merupakan basecamp para backpacker.Pemandangan indah disepanjang jalan menuju lokasi danau sangatlah indah. Danau paling barat bernama Tiwu Ata Mbupu yang berarti ‘danau jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal’. Danau yang berada ditengah disebut danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau ‘danau untukjiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal’. Danau yang paling timur disebut Tiwu Ata Polo atau ‘danau untuk jiwa-jiwa untukorang selalu melakukan kejahatan’. Warna ketiga danau tersebut selalu berubah-ubah.</p>
<p>Ada danau lain di dunia ini yang dapat berubah warna seperti Danau Biru di Gunung Gambier,di Australia Selatan, yang perubahan warna birunya menjadi warna abu-abu dan dapat diprediksi.Ada pula Danau Yudamari di Gunung Nakade, Jepang, yang perubahan warnanya dari hijau toska menjadi hijau.Perubahan warna air Danau Kelimutu tidak dapat diprediksi. Kadang-kadang, warnanya bisa biru, hijau dan hitam dan lain waktu bisa berwarna putih, merah dan biru dan beberapa waktu yang lalu berwarna coklat tua.</p>
<p>Secara ilmiah perubahan warna Danau Kelimutu merupakan faktor kandungan mineral, lumut dan batu-batuan di dalam kawah dan juga pengaruh cahaya Matahari. Para ilmuwan yakin bahwa danau ini terbentuk dari erupsi gunung vulkanik pada zaman purba. Fenomena ini telah menarik perhatian para ahli geologi karena keberadaan danau yang memiliki tiga warna yang berbeda namun berada di gunung yang sama ini. Masyarakat lokal di Moni, yakin bahwa orang-orang yang tinggal di sekitar danau telah berbuat jahat dan meninggal.</p>
<p>Danau kelimutu merupakan bagian dari Taman Nasional Kelimutu. Titik tertinggi taman nasional ini adalah 5,679 kaki yang terletak di gunung Kelibara (1,731 meter) dan Gunung Kelimutu setinggi 5,544 kaki atau (1,690 meter). Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat bagi sekitar 19 jenis burung yang terancam punah diantaranya punai flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris).</p>
<p>Disini juga dapat ditemui tikus gunung (Bunomys naso), banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).</p>
<p>Masyarakat lokal yakin bahwa danau ini merupakan tempat jiwa orang yang sudah meninggal beristirahat. Area Kelimutu dikelilingi hutan yang ditumbuhi beragam tumbuhan yang jarang ditemukan di tempat lain di Flores. Selain pohon pinus, terdapat juga tumbuhan paku, tumbuhan marga Casuarina, redwood dan bunga edelweiss. Hutan pinus tumbuh subur di ketinggian Gunung Kelimutu. Area lain dari gunung ini tandus dengan pasir dan tanah yang tidak stabil. Masyarakat setempat yakin bahwa Gunung Kelimutu merupakan gunung kramat dan merupakan sumber kesuburan bagi tanah disekitarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/danau-kelimutu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Alam Rambut Monte</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/wisata-alam-rambut-monte/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/wisata-alam-rambut-monte/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2012 08:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6351</guid>
		<description><![CDATA[Wisata Rambut Monte terletak di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kurang lebih 30 km dari kota Blitar. Dari kota Wlingi ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wisata Rambut Monte terletak di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kurang lebih 30 km dari kota Blitar. Dari kota Wlingi ke arah utara menuju krisik melewati perkebunan teh Banaran dengan jalan mulus yang berkelok-kelok disamping kanan dan kiri terhampar kebun teh dan cengkeh. Bila perjalanan diteruskan ke arah utara maka akan sampai di perbatasan wilayah kabupaten Blitar dengan desa Ngantang masuk wilayah kabupaten Malang.</p>
<p>Area wisata Rambut Monte tergolong masih sangat alami, mulai dari tanaman disekitar kompleks, kolam ikan, serta adanya sebuah situs candi. Candi ini merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit. Sayangnya ulasan lebih khusus tentang peninggalan candi ini masih belum banyak diketahui. Udara yang sejuk menjadikan tempat ini memiliki kesan yang menyenangkan.</p>
<p>Rambut Monte menyajikan pesona alam berupa adanya kolam ikan,yang konon merupakan ikan dewa. Kolam tersebut oleh masyarakat sekitar sengaja dipelihara agar memaksimalkan keadaan alami Rambut Monte. Tak hayal, ikan yang ada pada kolam Rambut Monte terdiri dari beberapa spesies langka.</p>
<p>Pengunjung juga dapat merasakan langsung kolam pemandian disekitar Rambut Monte. Masyarakat sekitar memanfaatkan ketersediaan air yang sangat melimpah dan jernih ini sebagai tempat pemandian. Letak Rambut Monte yang agak menjauhi dari Kota sedikit menjadikan wana wisata ini belum banyak diketahui para penikmat wisata, padahal sajian alami mulai dari pemandangan yang dipenuhi oleh perkebunan cengkeh serta teh memberikan banyak kenikmatan tersendiri.</p>
<p>Peran serta pemerintah daerah memang sangat diperlukan guna merawat serta melestarikan peninggalan sejarah Rambut Monte. Daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini sangat diharapkan, mengingat peninggalan sejarah yang memiliki nilai histori tinggi dan sebagai pengetahuan akan keberagaman kekayaan wisata Indonesia. Semoga semakin banyak wisatawan yang berkunjung untuk ber-rekreasi di Rambut Monte.</p>
<p>photo courtesy of: www.nikdwika.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/wisata-alam-rambut-monte/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Rebo Nan Perawan</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/pantai-rebo-nan-perawan/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/pantai-rebo-nan-perawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2012 10:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Judex Judi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangka]]></category>
		<category><![CDATA[pantai rebo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6253</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya bukan tujuan utama saya ke pantai ini, tapi salah jalanlah yang membuat saya berada di sini. Sebuah pantai biru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya bukan tujuan utama saya ke pantai ini, tapi salah jalanlah yang membuat saya berada di sini. Sebuah pantai biru dikelilingi oleh perkampungan nelayan yang jauh dari pusat kota Bangka. Bisa jadi pantai ini belum terlalu terkenal dan menjadi destinasi wisata, tetapi pesonanya tidak kalah dengan pantai-pantai indah di Belitung. Beberapa meter dari perkampungan terdapat kelenteng pemujaan Dewa Laut. Begitulah, permohonan keselamatan tetap dipanjatkan oleh warga melalui kelenteng ini.</p>
<p>Siang hari, suguhan khas di pantai ini adalah keranjang ikan yang ditinggalkan nelayan untuk beristirahat, sementara perahu2 dibiarkan tertambat di pinggiran pantai. Para nelayan duduk santai di warung pinggir pantai. Melepas lelah setelah semalaman mengarungi luasnya samudera.</p>
<p>Kalo mau menjelajah lebih jauh, di sebelah kiri akan kita jumpai tambang timah yang diusahakan oleh rakyat. Suara mesin penyedot pasir membelah kesunyian. Memang belum terlalu mengancam ekosistem pantai, tapi dikhawatirkan satu atau dua tahun ke depan kegiatan ini bisa merusak keharmonisan lingkungan. Tetapi itulah dilema antara urusan perut dan kelestarian ekosistem.</p>
<p>Di atas itu semua, pantai ini sangat bisa menjadi pelarian untuk menghilangkan kepenatan. Pasir putihnya akan sangat lembut di kaki. Semilir anginnya, dijamin membuet kita kerasan berlama-lama di sini. Yah… Salah jalan yang berbuah manis.</p>

<a href='/pantai-rebo-nan-perawan/img_5063/' title='Penambangan Timah VS Pemulihan Ekosistem'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/09/IMG_5063-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Penambangan Timah VS Pemulihan Ekosistem" title="Penambangan Timah VS Pemulihan Ekosistem" /></a>
<a href='/pantai-rebo-nan-perawan/img_5131/' title='Altar Pemujaan Di Kelenteng Tepi Pantai Rebo'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/09/IMG_5131-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Altar Pemujaan Di Kelenteng Tepi Pantai Rebo" title="Altar Pemujaan Di Kelenteng Tepi Pantai Rebo" /></a>
<a href='/pantai-rebo-nan-perawan/img_50731/' title='IMG_50731'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/IMG_50731-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_50731" title="IMG_50731" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/pantai-rebo-nan-perawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekowisata Mangrove, Alternatif Spot Liburan di Surabaya</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2012 10:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panca Suwandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6761</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata apabila hutan bakau atau yang dikenal dengan hutan mangrove bisa dikelola dengan baik, bisa menjadi objek wisata menarik untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata apabila hutan bakau atau yang dikenal dengan hutan mangrove bisa dikelola dengan baik, bisa menjadi objek wisata menarik untuk keluarga. Selain murah meriah, juga dapat mengajarkan kepada anak-anak mengenai betapa pentingnya ekosistem hutan bakau untuk menopang kehidupan manusia. Salah satunya di Surabaya, tepatnya daerah Wonorejo, Surabaya Timur, terdapat Ekowisata Mangrove yang menurut kabar rencananya akan dikembangkan menjadi objek wisata andalan di ibukota Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Memang satu-satunya jalur menuju objek wisata ini masih bebatuan dan belum diaspal dengan baik. Masih belum adanya investor yang melirik untuk mengembangkan objek wisata ini, mengakibatkan pengelolaan objek ini masih belum maksimal dan terlihat setengah hati. Tapi tak apalah, semoga saja ada investor yang berminat untuk mengelola tempat ini menjadi objek wisata yang komersial namun tetap menjaga kelestarian alam hutan mangrove dan ekosistem didalamnya.</p>
<p>Fasilitas yang terdapat di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya ternyata sudah cukup lengkap. Tempat parkir yang luas untuk mobil dan sepeda motor, warung makan, hingga penjual makanan kecil dan toilet umum. Nah, di sini ada dua pilihan untuk Anda menikmati pemandangan alam hutan mangrove yang gratis dan berbayar. Jika Anda memilih yang tidak berbayar atau gratis, Anda bisa melalui jalan setapak sejauh sekitar 500 meter menyusuri pinggiran sungai. Dari tempat ini Anda bisa menikmati hijaunya hutan mangrove, bisa dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Banyak juga yang menggunakan tempat ini sebagai tempat untuk pengambilan foto pre wedding, mancing atau sekedar duduk santai bersama kelaurga atau teman. Sayangnya di jalan setapak yang terbuat dari kayu ulin dan batang-batang pohon bakau banyak coretan dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggungjawab.</p>
<p>Pilihan menikmati keindahan hutan mangrove lainnya yaitu dengan menyewa perahu seharga Rp 25.000,-/orang. Terdapat dermaga kecil di pintu masuk objek wisata yang letaknya di pinggiran sungai. Perahu yang mengantarkan kita menuju ke muara sungai dan langsung berjumpa dengan laut bagian timur Surabaya, muat sekitar 20 orang dewasa. Tips saya, jangan lupa untuk membawa makanan dan minuman karena saat singgah di pondok di muara sungai, tidak menjual makanan dan minuman.  Perjalanan sekitar 30 menit dari dermaga hingga muara sungai, hutan bakau yang masih alami dengan berbagai macam hewan yang hidup didalamnya menjadi pemandangan sepanjang perjalanan.</p>
<p>Tiba di pondok bambu yang sengaja dibangun untuk tempat peristirahatan bagi pengunjung dan sebagai salah satu spot andalan ekowisata hutan mangrove ini. Ada dua pondok yang dibangin dengan jarak yang berdekatan. Satu diantaranya dibangun 2 tingkat sehingga dari lantai bagian atas, kita dapat melihat pemandangan hutan bakau secara keseluruhan dan laut lepas. Sebelum menuju ke kedua pondok tersbeut, Anda harus melalui jalan setapak yang terbuat dari anyaman bambu atau yang sering disebut bedeg. Jangan heran saat melalui jalan setapak ini, karena pemandangan yang indah dan alami dapat Anda nikmati. Teduh dan hijau dengan hembusan angin laut membuat panas terik matahari tidak terasa saat melalui jalan yang menyerupai terowongan bakau ini.</p>
<p>Berwisata murah sambil belajar untuk menghargai lingkungan menjadi salah satu pilihan rekreasi bersama keluarga di Surabaya. Di tengah banyaknya mall, apartemen, dan perumahan yang dibangun, ternyata masih ada sisa hutan alami yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.</p>

<a href='/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/gate-ekowisata-mangrove-wonorejo/' title='Gate Ekowisata Mangrove Wonorejo'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/Gate-Ekowisata-Mangrove-Wonorejo-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Gate Ekowisata Mangrove Wonorejo" title="Gate Ekowisata Mangrove Wonorejo" /></a>
<a href='/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/wisata-keluarga/' title='Wisata Keluarga'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/Wisata-Keluarga-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Wisata Keluarga" title="Wisata Keluarga" /></a>
<a href='/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/laut-utara-jawa/' title='Laut Utara Jawa'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/Laut-Utara-Jawa-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Laut Utara Jawa" title="Laut Utara Jawa" /></a>
<a href='/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/pondok-persinggahan-mangrove-1/' title='Pondok Persinggahan Mangrove 1'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/Pondok-Persinggahan-Mangrove-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pondok Persinggahan Mangrove 1" title="Pondok Persinggahan Mangrove 1" /></a>
<a href='/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/pemandangan-hutan-mangrove/' title='Pemandangan Hutan Mangrove'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/Pemandangan-Hutan-Mangrove-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pemandangan Hutan Mangrove" title="Pemandangan Hutan Mangrove" /></a>
<a href='/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/jalan-setapak-2/' title='Jalan Setapak'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/Jalan-Setapak1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Jalan Setapak" title="Jalan Setapak" /></a>
<a href='/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/wisata-muara-sungai-2/' title='Wisata Muara Sungai'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/12/Wisata-Muara-Sungai1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Wisata Muara Sungai" title="Wisata Muara Sungai" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/ekowisata-mangrove-alternatif-spot-liburan-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Relaksasi Air Panas Alami</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/relaksasi-air-panas-alami/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/relaksasi-air-panas-alami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2012 02:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=4960</guid>
		<description><![CDATA[Kota Batu dan Malang memang surga bagi para pecinta petualangan, baik alami maupun buatan. Udara yang sejuk menjadikan kedua Kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Batu dan Malang memang surga bagi para pecinta petualangan, baik alami maupun buatan. Udara yang sejuk menjadikan kedua Kota ini makin kerap dikunjungi wisatawan baik manca maupun domestik. Selain sebagai kota pendidikan, julukan kota wisata juga pantas diberikan untuk Kota ini. Sejak jaman Belanda, Malang – Batu sudah menjadi target tersendiri untuk dijadikan sebagai sebuah tempat peristirahatan dan pariwisata karena letaknya yang strategis dan berhawa sejuk.</p>
<p>Salah satu surga bagi para petualang yakni “Cangar”, Ya… cangar merupakan sebuah pemandian yang tepatnya berada dilereng Gunung Welirang. Pemandian ini berasal dari sumber alami Gunung Welirang yang termasuk dalam kategori air panas. Cangar terletak di dalam kawasan Taman Hutan Raya R. Soeryo. Kawasan hutan yang masih alami ditambah dengan adanya sumber air panas menjadikan tempat ini sebagai tujuan pariwisata yang khas.</p>
<p>Mata air panas Cangar mengandung belerang yang sekaligus bisa dijadikan penyembuh bagi penyakit kulit. Sensasi relaksasi air panas yang alami akan semakin bertambah manfaatnya dengan kandungan tersebut. Suasana Cangar dibuat sedemikian rupa menggabungkan antara alami dan modern, dimana sudah terdapat kolam berukuran besar yang bisa digunakan untuk berenang, dan semua air yang terdapat di Cangar adalah air panas. Anda akan merakasan bagaimana berenang didalam air panas, menarik bukan?.</p>
<p>Pengelola Cangar menggolongkan tiap-tiap kolam berbeda tingkat suhu panas airnya, mulai dari hangat, sedang, sampai yang paing panas. Bayangkan jika telur mentah yang Anda letakkan di sebuah kolam berkategori paling panas akan matang dan siap untuk dimakan. Untuk wisatawan biasanya berendam di kolam yang berkategori hangat sampai sedang, karena kekuatan menerima panas manusia terbatas.</p>
<p>Selain mata air panas, disekitar hutan Cangar juga kerap dijumpai satwa berupa monyet. Anda bisa membayangkan begitu alaminya ketika berendam kita juga bisa menikmati beberapa monyet yang bergelantungan di pohon. Berdekatan dengan kolam pemandian, terdapat juga sebuah goa peninggalan masa penjajahan Jepang, oleh pengelola setempat diberinama Goa Jepang yang termasuk dalam wisata sejarah. Nah, sangat menarik mengunjungi tempat wisata ini, selain kawasannya yang alami, mata air panas, satwa hutan, dan wisata sejarah membuat pengalaman pariwisata kita semakin lengkap. Silahkan menjadikan Cangar sebagai salah satu kunjungan wisata Anda dan nikmati relaksasi alaminya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/relaksasi-air-panas-alami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
