<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia &#187; Warisan</title>
	<atom:link href="/category/warisan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.palingindonesia.com</link>
	<description>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Oct 2012 08:57:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Jaranan Turonggo Yakso</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/jaranan-turonggo-yakso/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/jaranan-turonggo-yakso/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2012 08:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6394</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah Anda ketika berkunjung disuatu daerah kemudian melihat pertunjukan masyarakat yang menampilkan sebuah tarian dengan media kuda lumping yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fjaranan-turonggo-yakso%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fjaranan-turonggo-yakso%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Masih ingatkah Anda ketika berkunjung disuatu daerah kemudian melihat pertunjukan masyarakat yang menampilkan sebuah tarian dengan media kuda lumping yang terbuat dari anyaman kayu atau bambu? Ya, itulah salah satu kesenian daerah khas di Indonesia. Beberapa daerah di Jawa Timur memiliki tarian ini dengan versi yang berbeda, biasanya disesuaikan dengan asal usul atau kebiasaan masyarakat sekitar.</p>
<p>Ponorogo misalnya, memiliki kesenian jaranan yang lengkap dengan reognya, kemudian di Malang yang menggabungkannya dengan tari topeng malangan. Salah satu tradisi daerah yang unik juga terdapat di Kabupaten Trenggalek, yakni kesenian jaranan Turonggo Yakso. Kesenian ini merupakan penggabungan antara tarian dengan menggunakan kuda lumping dengan sedikit balutan gerakan yang berbeda. Gerakan tari yang muncul yakni seragam atau penari dalam beberapa bagian memainkan gerakan yang sama, sehingga tarian ini sangat enak jika dilihat seperti barisan yang serdadu yang sedang berjalan.</p>
<p>Jaranan Turonggo Yakso awalnya berasal dari sebuah kecamatan di Trenggalek,yakni kecamatan Dongko. Sebuah tempat yang geografisnya berupa pegunungan dengan mata pencaharian masyarakat berupa petani dan pedagang. Awal mula jaranan ini berasal dari kebiasaan para petani yang mengadakan sebuah upacara adat baritan, yakni upacara yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Syura(Muharam) dengan hari dan tanggal yang ditentukan oleh sesepuh(Pawang) yakni orang yang dianggap menguasai tentang hal tersebut. Para petani pemilik rojo koyo berkumpul sambil membawa perlengkapan sesaji berupa ambeng dan longkong dan membawa tali yang dibuat dari bambu yang disebut dadung.</p>
<p>Berawal dari kebiasaan tersebut, kemudian muncul ide untuk membuat semacam tarian yang bisa mengundang masyarakat ramai untuk datang. Akhirnya diciptakan pula gerakan tari jaranan yang sampai saat ini dilaksanakan yakni tari jaranan Turonggo Yakso. Untuk sekarang ini kesenian terus dikembangkan terutama di daerah Dongko, tarian ini dijadikan sebagai ajang festival dalam tingkat sekolah dasar sampai menengah. Keindahan gerakan tari serta media yang ada menjadikan Turonggo Yakso kerap menjadi hiburan para pejabat saat datang di Trenggalek.</p>
<p>Dengan semakin banyaknya ajang untuk melestarikan kesenian daerah ini, keberadaan Turonggo Yakso selalu dapat berkembang terutama untuk generasi penerus. Sebuah nilai kemasyarakatan sejak jaman dahulu sampai sekarang yang harus dijaga dengan baik. Peran Pemerintah Daerah serta masyarakat selalu diberdayakan agar kesenian jaranan ini menjadi populer di Indonesia.</p>

<a href='/jaranan-turonggo-yakso/tari-turonggo-yakso-jaran-kepang-dari-trenggalek/' title='Tari-Turonggo-Yakso-Jaran-Kepang-dari-Trenggalek'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/10/Tari-Turonggo-Yakso-Jaran-Kepang-dari-Trenggalek-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Tari-Turonggo-Yakso-Jaran-Kepang-dari-Trenggalek" title="Tari-Turonggo-Yakso-Jaran-Kepang-dari-Trenggalek" /></a>
<a href='/jaranan-turonggo-yakso/tr/' title='tr'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/10/tr-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="tr" title="tr" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/jaranan-turonggo-yakso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kujang, Bukan Sekedar Senjata</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/kujang-bukan-sekedar-senjata/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/kujang-bukan-sekedar-senjata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2012 08:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budiana Yusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kujang]]></category>
		<category><![CDATA[sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6399</guid>
		<description><![CDATA[Seperti halnya daerah lain di Indonesia, masyarakat pasundan memiliki senjata yang menjadi ciri khas daerahnya. Namanya kujang, senjata yang panjangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fkujang-bukan-sekedar-senjata%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fkujang-bukan-sekedar-senjata%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Seperti halnya daerah lain di Indonesia, masyarakat pasundan memiliki senjata yang menjadi ciri khas daerahnya. Namanya kujang, senjata yang panjangnya sekitar 25 cm dan berat sekitar 300 gram ini terbuat dari bahan besi atau baja. Kujang bukan sekedar senjata, tetapi merupakan sebuah karya bernilai seni yang penuh makna simbolik.</p>
<p>Belum diketahui secara pasti kapan kujang mulai digunakan, namun diyakini kujang sudah dipergunakan oleh masyarakat pasundan sejak ratusan tahun lalu. Pada awalnya kujang diyakini sebagai perkakas pertanian yang digunakan oleh masyarakat sunda. Hal ini tertera dalam naskah kuno <em>Sanghyang  Siksa </em><em>Kanda Ng Karesian</em> (1518 M). Dalam naskah kuno tersebut tertulis : “…. Senjata orang tani adalah <em>kujang</em>, baliung, patik, kored, pisau sadap…..”.  Sampai saat ini dibeberapa tempat kita masih dapat menyaksikan penggunaan kujang sebagai alat pertanian, seperti di masyarakat Baduy, Banten.</p>
<p>Pada perkembangan selanjutnya kujang mengalami pergeseran bentuk , fungsi dan makna. Dari sekedar alat pertanian, kujang berubah menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sangat disakralkan. Para raja Sunda kemudian meyakini kujang memiliki kekuatan magis dan sanggup meningkatkan wibawa dan kesaktian bagi pemiliknya.</p>
<p>Perubahan kujang hingga berwujud seperti saat ini diperkirakan terjadi antara abad ke-9 sampai abad 12. Kujang yang saat ini kita kenal memiliki bagian – bagian :</p>
<ol>
<li>Congo/Papatuk, yaitu ujung yang paling runcing yang digunakan untuk mencungkil.</li>
<li>Eluk / Siih, yaitu lekukan-lekukan pada badan kujang, yang berfungsi untuk mencabik tubuh lawan.</li>
<li>Tadah, yaitu lengkung kecil pada bagian bawah kujang.</li>
<li>Waruga, yaitu badan kujang.</li>
<li>Mata, yaitu lubang – lubang kecil yang terdapat pada waruga, jumlahnya bervariasi antara 3 – 9 lubang. Adapula yang tidak memiliki lubang yang disebut kujang buta.</li>
<li>Tonggong, yaitu sisi tajang yang terdapat pada punggung kujang.</li>
<li>Paksi, yaitu ekor kujang yang berbentuk lancip.</li>
<li>Selut, yaitu ring yang dipasang pada ujung gagang kujang.</li>
<li>Combong, yaitu lubang yang terdapat pada gagang kujang.</li>
<li>Ganja, yaitu gagang kujang.</li>
<li>Kowak, yaitu sarung kujang yang biasanya terbuat dari kayu samida yang berbau khas sehingga menambah kesan magis sebuah kujang.</li>
<li>Pamor, yaitu garis-garis atau tutul-tutul pada waruga, selain menambah artistic, pamor juga dimaksudkan untuk menyimpan racun.</li>
</ol>
<p>Berdasarkan fungsinya kujang dibedakan menjadi kujang pusaka (sebagai lambang keagungan / pelindung keselamatan), kujang pakarang (untuk berperang), kujang pangarak (sebagai alat upacara) dan kujang pamangakas (sebagai alat pertanian).</p>
<p>Pada masa kekuasaan Pajajaran bentuk kujang disesuaikan dengan status sosial pemiliknya, diantaranya sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Kujang Ciung (menyerupai burung ciung), hanya boleh dimiliki oleh para Raja, Prabu Anom, Mantri Dangka dan tokoh Agama tergantung jumlah mata kujangnya.</li>
<li>Kujang Jago (menyerupai bentuk ayam jantan), hanya digunakan oleh orang setingkat Bupati.</li>
<li>Kujang Kuntul (menyerupai bentuk burung bangau), hanya dimiliki oleh para patih dan Mantri.</li>
<li>Kujang Bangkong (menyerupai kodok), hanya dimiliki oleh guru sekar, guru tangtu, guru alas dan guru cucuk.</li>
<li>Kujang Naga (menyerupai naga), hanya dimiliki oleh para kanduru dan para jaro.</li>
<li>Kunjang Badak (menyerupai Badak), hanya dimiliki oleh para prajurit.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembuat kujang disebut Guru Teupa. Dalam pembuatannya guru Teupa harus mengikuti aturan dan menjalani beberapa ritual agar kujang yang dihasilkan sempurna. Aturan tersebut diantaranya dalam hal waktu pembuatan dan diharuskannya berpuasa sebelum pembuatan kujang dimulai. Selain itu seorang Guru Teupa juga harus memiliki keahlian yang tinggi, agar mampu menambah daya magis pada kujang yang dibuatnya.</p>
<p>Saat ini kujang sudah jarang digunakan baik sebagai perkakas, senjata maupun pusaka. Masyarakat Jawa Barat hanya menjadikannya sebagai simbol identitas, sebagaimana terdapat dalam lambang pemerintah propinsi Jawa Barat. Kebanggaan masyarakat sunda akan senjata khas mereka juga tampak dengan didirikannya tugu kujang diberbagai wilayah di Jawa Barat, seperti di Bogor, Tasikmalaya dan Indramayu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/kujang-bukan-sekedar-senjata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Penyembur Api Dari Jombang</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/sang-penyembur-api-dari-jombang/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/sang-penyembur-api-dari-jombang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2012 07:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Judex Judi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<category><![CDATA[penyembur api]]></category>
		<category><![CDATA[takbiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6316</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya menganut agama Islam, Indonesia memiliki tradisi keagamaan yang begitu kental. Yang paling terasa adalah perayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fsang-penyembur-api-dari-jombang%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fsang-penyembur-api-dari-jombang%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya menganut agama Islam, Indonesia memiliki tradisi keagamaan yang begitu kental. Yang paling terasa adalah perayaan hari raya Idul Fitri, hari kemenangan bagi umat Islam setelah berpuasa melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan. Pada malam terakhir di bulan Ramadhan, umat mengumandangkan asma Allah sebagai tanda bahwa bulan puasa telah berakhir. Bedug ditabuh bertalu-talu dengan penuh semangat. Di Masjid, surau, bahkan di jalan semua mengagungkan nama-Nya.</p>
<p><a href="/sang-penyembur-api-dari-jombang/takbir2/" rel="attachment wp-att-6318"><img class="aligncenter size-medium wp-image-6318" src="/wp-content/uploads/2012/09/Takbir2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Kalau di kota mungkin sudah dilarang berpawai turun ke jalanan, tetapi di Jombang-Jawa Timur, tradisi keliling kampung tetap ada. Tua muda berpawai membawa obor yang terbuat dari bambu, dengan isian minyak tanah yang disumpal ujungnya dengan kain. Kami menyebutnya oncor. Yang lebih unik lagi, tidak sekedar berjalan kaki, beberapa pemuda mengerahkan traktor. Benar, alat pembajak sawah itu ditunggangi selama keliling kampung.</p>
<p>Hal yang paling menarik perhatian adalah<em> sang penyembur api</em>. Anak-anak ini menggunakan mulutnya sebagai penampung minyak tanah. Kemudian mereka akan menyemprotkannya kuat-kuat di dekat obor sampai timbul bunga api yang sangat besar. Tentu saja nyala apinya menjadi tontonan dan mengundang tepuk tangan yang meriah. Risiko terbakar sangat mungkin terjadi. Karenanya setelah menyemprotkan minyak dari mulutnya, obor akan segera ditarik jauh-jauh. Untuk yang bulum ahli, jangan mencobanya di rumah tanpa latihan khusus.</p>
<p><a href="/sang-penyembur-api-dari-jombang/takbir3/" rel="attachment wp-att-6319"><img class="aligncenter size-medium wp-image-6319" src="/wp-content/uploads/2012/09/Takbir3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Sementara sang penyembur api beraksi, takbiran keliling terus berlanjut. Traktor terus dijalankan. Anak-anak, muda mudi, dan orang tua tetap berpawai obor keliling kampung. Malam harinya dilanjutkan takbiran di Masjid, mengakbarkan nama-Nya sampai kemenangan tiba esok harinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/sang-penyembur-api-dari-jombang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barikan, Tradisi Refleksi Proklamasi Kemerdekaan Negeri</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/barikan-tradisi-refleksi-proklamasi-kemerdekaan-negeri/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/barikan-tradisi-refleksi-proklamasi-kemerdekaan-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2012 02:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhahana Adi Pungkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5879</guid>
		<description><![CDATA[Banyak cara dilakukan untuk memperingati Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Satu hal yang tak pernah ketinggalan dilakukan masyarakat adalah menggelar acara pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fbarikan-tradisi-refleksi-proklamasi-kemerdekaan-negeri%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fbarikan-tradisi-refleksi-proklamasi-kemerdekaan-negeri%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Banyak cara dilakukan untuk memperingati Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Satu hal yang tak pernah ketinggalan dilakukan masyarakat adalah menggelar acara pada malam menjelang 17 Agustus (16 Agustus) hingga dini hari pada tanggal 17 Agustus. Macam-macam namanya, ada yang <em>tirakatan</em>, <em>selametan</em>, <em>barikan</em>, <em>melekan</em>dan sebagainya. Intinya, pada malam itu mereka mengenang kejadian pada tahun 1945 yang penuh dengan heroisme. Biasanya, acara itu selalu diisi dengan kesaksian pelaku sejarah atau paling tidak orang yang pernah hidup pada era tersebut.</p>
<p>Tapi belakangan acara testimoni pelaku sejarah itu sudah mulai jarang dilakukan karena jumlahnya semakin berkurang dimakan usia. Makna acara-acara itu sebenarnya cukup besar kalau dikaitkan dengan mengamalkan nilai-nilai kemerdekaan. Bukankah para kusuma bangsa ini berjuang untuk mempersatukan bangsa yang terdiri dari berbagai suku ini. Maka pada saat kita memperingati acara itu semangat untuk bersatu pun ikut muncul. Warga yang tadinya enggan bergaul dengan tetangganya, mau tidak mau harus keluar rumah untuk bergabung dengan warga lain.</p>
<p>Ikut gabung tirakatan, malam resepsi atau sekedar ikut lomba tarik tambang. Makna proklamasi untuk mempersatukan bangsa bisa dicapai, meskipun setahun sekali. Mereka berkumpul disatukan dalam wadah yang sama, warga negara Indonesia. Kemeriahan dan keakraban setahun sekali itu terasa di mana-mana, sampai ke pelosok. Mereka berkumpul, bergurau, saling gojlok dan yang tak pernah ketinggalan, makan bersama atau selamatan.</p>
<p>Di beberapa daerah termasuk di kampung tempat tinggal saya, acara ini disebut dengan <em>barikan</em>. Makan bersama sambil duduk lesehan menghadap tumpeng yang berisi nasi dan aneka lauk, sumbangan dari para warga secara tulus dan ikhlas. Biasanya, potongan pucuk tumpeng itu diserahkan kepada tokoh atau sesepuh setempat. Sisanya, diambil beramai-ramai, keroyokan oleh banyak orang. Setelah itu makan bersama dengan penuh guyub.  Tidak perlu slogan manis melalui iklan TV untuk mempersatukan bangsa. <em>Barikan</em> sudah cukup untuk menyatukan bangsa. Kita tidak tahu, berapa miliar yang dikeluarkan untuk membiayai iklan TV yang berisi pesan-pesan kemerdekaan dari beberapa partai politik. Saya yakin, uang itu bisa dipakai untuk membuat tumpeng yang lebih besar, <em>barikan</em> yang lebih semarak dan warga yang lebih kenyang. Merdeka !! Jayalah selalu engkau, Indonesiaku!!</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="attachment_5881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 229px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="/barikan-tradisi-refleksi-proklamasi-kemerdekaan-negeri/tirakatan/" rel="attachment wp-att-5881"><img class="size-medium wp-image-5881" src="/wp-content/uploads/2012/08/tirakatan-219x300.jpg" alt="" width="219" height="300" /></a>[/caption]</dt>
</dl>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/barikan-tradisi-refleksi-proklamasi-kemerdekaan-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lembuswana Mitos Sekaligus Maskot Kota Raja</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/lembuswana-mitos-sekaligus-maskot-kota-raja/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/lembuswana-mitos-sekaligus-maskot-kota-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2012 01:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5969</guid>
		<description><![CDATA[Binatang ini tak pernah ada dialam nyata, namun patung dan keberadaanya bisa kita lihat nyata di Kutai kartanegara Kalimantan Timur. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Flembuswana-mitos-sekaligus-maskot-kota-raja%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Flembuswana-mitos-sekaligus-maskot-kota-raja%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Binatang ini tak pernah ada dialam nyata, namun patung dan keberadaanya bisa kita lihat nyata di Kutai kartanegara Kalimantan Timur. Lembuswana adalah hewan dalam mitologi rakyat Kutai yang hidup sejak zaman Kerajaan Kutai. Lembuswana menjadi lambang Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai Kartanegara. Hewan ini memiliki semboyan Tapak Leman Ganggayaksa.</p>
<p>Lembuswana dicirikan sebagai berkepala singa, bermahkota (melambangkan keperkasaan seorang raja yang dianggap penguasa dan mahkota adalah tanda kekuasaan raja yang dianggap seperti dewa), berbelalai gajah (melambangkan dewaGanesha sebagai dewa kecerdasan), bersayap garuda, dan bersisik ikan.</p>
<p>Dari sisi mitos dan legenda, maka kondisi geografis alam tempat sebuah komunitas bisa melahirkan berbagai cerita. Wilayah Kalimantan memiliki banyak sungai-sungai raksasa dan sangat panjang, misalnya di Kaltim terdapat sungai yang lebarnya ratusan meter, yakni Sungai Mahakam dengan panjang 920 Km melintasi tiga daerah Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, lalu Sungai Kayan mencapai 640 Km di Kabupaten Bulungan.</p>
<p>Khususnya Sungai Mahakam, masyarakat percaya bahwa terdapat seekor ular naga raksasa yang menjaga sungai tersebut. Konon katanya, saking besarnya naga tersebut, disebutkan bahwa kepalanya ada di Kota Tenggarong dan ekornya sampai Kota Samarinda. Sebagai wujud kepercayaan masyarakat tersebut, maka diadakanlah ritual peluncuran Naga Erau di Sungai Mahakam yang disisipkan sebagai salah satu bagian dari rangkaian upacara adat Erau di Kota Tenggarong, Kab Kutai Kartanegara.</p>
<p>Erau adalah upacara adat yang dahulunya dilaksanakan sebagai upacara kerajaan ketika terjadi perpindahan kekuasaan. Namun kini, karena sistem pemerintahan tidak lagi berbentuk kerajaan, maka Erau dilaksanakan sebagai even budaya untuk memperingati HUT Kota Tenggarong, yakni pada tanggal 29 September. Prosesi peluncuran Naga Erau yang terbuat dari kain, bambu serta kayu itu adalah sebagai tanda (simbolis) bahwa akan ditutupnya atau telah selesainya rangkaian pesta budaya Erau. Ritual yang melibatkan tokoh masyarakat dan sultan Kutai itu melambangkan tanda syukur warga setempat yang selama ini telah mendapat limpahan rahmat dari Allah serta permohonan tolak bala agar negeri ini selalu tentram dan damai. Ular Naga Erau tersebut tidak terlepas dari mitologi Kutai tentang sebuah bayi perempuan yang dikawal seekor naga dan dibawa binatang mistis, Lembuswana.</p>
<p>Lembuswana adalah binatang aneh dan tergolong satu-satunya spesies paling langka di dunia namun sudah tentu tidak terdaftar dalam Appendix I Cites karena hanya hidup dalam mitologi Kutai yang sangat dipengaruhi oleh budaya Hindu itu. Lembuswana adalah wahana Batara Guru yang disebut dalam falsafah :”Paksi leman gangga yakso” yang berarti: bahwa seorang seyogyanya memiliki sifat-sifat mulia pengayom rakyat. Penduduk setempat mempercayai bahwa makhluk ini merupakan ‘kendaraan spiritual’ dari raja Mulawarman, yang merupakan raja kutai pada zaman kejayaan Hindu. Lembuswana kemudian dijadikan Lambang Kesultanan Kutai Kartanegara. Di Museum Mulawarman yang berlokasi di Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara itu terdapat satu koleksi patung Lembuswana yang terbuat dari kuningan. Lembuswana dibuat di Birma pada 1850 dan tiba di Istana Kutai Kartanegara pada 1900.<br />
Menurut legendanya, ada seorang bayi yang dikawal Ular Naga Lembu dan dibawa oleh Lembuswana. Bayi tersebut kemudian dikenal sebagai Putri Junjung Buih dan menjadi Putri Karang Melenu yang menjadi pendamping hidup raja Kutai Kartanegara pertama, Aji Batara Agung Dewa Sakti yang akhirnya melahirkan para sultan di Kota Raja itu.</p>
<p>Jadi meskipun kini secara fisik Ular Naga Lembu dan Lembuswana itu mungkin tidak ada, namun akan tetap hidup dalam jiwa dan semangat warga Kutai dalam membangun derahnya. Lembuswana sudah sudah menjadi mitos sekligus maskot dari Kota Raja, kabupaten terkaya di Indonesia ini ternyata masih menjunjung tinggi legenda tanah leluhurnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/lembuswana-mitos-sekaligus-maskot-kota-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Katangka : Saksi Sejarah Lahirnya Islam di Sulawesi Selatan</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/masjid-katangka-saksi-sejarah-lahirnya-islam-di-sulawesi-selatan/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/masjid-katangka-saksi-sejarah-lahirnya-islam-di-sulawesi-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2012 02:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=4785</guid>
		<description><![CDATA[Sulawesi Selatan merupakan salah satu lambang sejarah pengaruh Islam di nusantara. Konon masjid Katangka yang terletak di Kabupaten Gowa merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmasjid-katangka-saksi-sejarah-lahirnya-islam-di-sulawesi-selatan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmasjid-katangka-saksi-sejarah-lahirnya-islam-di-sulawesi-selatan%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sulawesi Selatan merupakan salah satu lambang sejarah pengaruh Islam di nusantara. Konon masjid Katangka yang terletak di Kabupaten Gowa merupakan tonggak sejarah penyebaran Islam di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Dari sejak dibangunnya sekitar 400 tahun silam, suasana dan kegiatan di masjid ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Masjid Tua Katangka masih berdiri kokohdan tetap mempertahankan fungsinya sebagai tempat pengajaran agama Islam. Masjid ini terletak di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Sulawesi Selatan. Untuk menjangkaunya, butuh waktu 30 menit berkendaraan mobil dari pusat keramaian kota Makassar.</p>
<p>Seperti tak pernah kehilangan berkahnya, masjid ini terus ramai dipadati jamaah yang ingin menunaikan shalat lima waktu. Sebagian masyarakat masih meyakini bahwa beribadah di masjid tersebut membawa berkah tersendiri bagi mereka, kendati semua masjid merupakan &#8220;rumah Allah&#8221;. Tak heran jika pada bulan Ramadhan, masjid ini seakan tak mampu membendung membludaknya jamaah yang akan beribadah di dalamnya.</p>
<p>Sebetulnya, nama asli masjid ini adalah Ali-Hilal. Namun, masyarakat dan juga sejarah lebih mengenalnya dengan sebutan Masjid tua Katangka. Hal ini disebabkan mengingat masjid ini yang tertua di Katangka, malah di seluruh Sulawesi Selatan. Lahir lebih awal dibandingkan dengan masjid tua lainnya di Sulawesi Selatan. seperti masjid Jami&#8217; Palopo di Kabupaten Luwu (berdiri tahun 1604) dan Masjid Nurul Hilal di Kabupaten Bulukumba (dibangun pada tahun 1605).</p>
<p>Sejarah kelahiran Masjid Tua Katangka bisa ditelusuri dari prasasti yang tertoreh di pintu utamanya. Ditulis dalam Bahasa Makassar namun menggunakan huruf Arab, masyarakat setempat mengenalnya sebagai huruf uki ri serang. Bila diterjemahkan dalam Indonesia, pesan itu kurang lebih berarti :&#8221;Masjid ini dibangun pada hari Senin 7 Rajab 1011 Hijriah bertepatan dengan 18 April 1603 Masehi.</p>
<p>Pada kurun waktu itu, wilayah Gowa masih berbentuk kerajaan. Adapun yang duduk di kursi singgasana adalah Raja Gowa ke-14 bernama I Manga&#8217;rangi Daeng Manra&#8217;bia. Karaeng Tumenagari Bonto Biraeng (1593 &#8211; 1639). Dalam menjalankan roda pemerintahan, Manga&#8217;rangi dibantu oleh Tumabbicara Butta atau Mangkubumi Raja Tallo, I Malingkang Daeng Manyori. Duet raja dan mangkubumi ini tercatat sebagai petinggi kerajaan Gowa pertama yang masuk Islam.</p>
<p>Masuknya Islam ke Gowa tak lepas dari posisi daerah ini yang strategis. Letaknya yang di bibir pantai membuat Gowa menjadi pusat perniagaan penting. Kaum pendatang, terutama para saudagar, berdatangan silih berganti. Mereka tak hanya membawa barang dagangan, melainka juga budaya dan agama, terutama agama Islam, mereka kebanyakan berasal dari Ras Melayu, terutama dari Sumatera Barat.</p>
<p>Sejak kedatangan para pedagang asal Sumatera Barat, pelan tapi pasti, banyak warga Gowa yang mulai memeluk Islam. Lambat laun, ajaran ini akhirnya masuk juga ke lingkungan istana. Salah seorang dari sejumlah penyiar Islam yang paling berpengaruh masa itu adalah Abdul Mahmud Khatib Tunggal asal Padang Darat, Kampung Kota Tengah, Sumatera Barat. Warga Gowa sering memanggilnya Datuk Ri Bandang.</p>
<p>Dalam melaksanakan syiarnya, Datuk Ri Bandang dibantu oleh Khatib Sulaeman atau dikenal sebagai Datuk Ri Patimang dan Khatib Bungsu atau lebih dikenal dengan panggilan Datuk Ri Tiro. Tiga serangkai inilah yang sukses menembus tembok istana danberhasil mengislamkan Raja Gowa ke-14 beserta mangkubuminya.</p>
<p>Awalnya raja tidak terang-terangan berpindah keyakinan. Raja baru resmi memeluk Islam pada 9 Jumadil Awal 1014 H atau 22 September 1605, dua tahun sejak memerintahkan pembangunan masjid Tua Katangka. Prosesi ini ditandai dengan pengucapan dua kalimat syahadat, baik oleh Raja Gowa maupun mangkubuminya. Lantas raja mendapat gelar Sultan Alauddin, sedangkan Mangkubumi Malangkang bergelar Sultan Abdullah Awalul Islam.</p>
<p>Sejak itu, penyebaran Islam menjadi pesat, segenap rakyat berbondong-bondong memeluknya. Dua tahun kemudian, seluruh rakyat Gowa dan Tallo menyatakan diri memeluk agama Islam. Selain itu, Islam pun secara resmi menjadi agama kerajaan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan shalat Jumat untuk pertama kalinya di Masjid Tua Katangka pada 19 Rajab 1016 H atau 9 November 1607.</p>
<p>Menempati areal seluas 610 meter persegi. Semula, luas bangunan masjid adalah 13 x 13 m. Setelah beberapa kali mengalami renovasi, kini luasnya 212,7meter persegi.Di sekeliling bangunan berdiri pagar besi setinggi satu meter. Dari sisi arsitektur, masjid yang mampu menampung 300 jamaah dalam 12 shaf ini ini terlihat sederhana, terdiri dari dua lantai, namun ukuran bangunan bagian atas sangat kecil, sehingga dari kejauhan tampak menyerupai kubah.</p>
<p>Sejak berdiri, Masjid Katangka menjadi pintu utama penyebaran Islam di seluruh pelosok Sulawesi Selatan. Sederet ulama besar pernah punya andil menghidupkan syiar Islam di Masjid Katangka. Satu diantaranya ialah Syekh Yusuf Taj al-Khalawati, ulama sekaligus pejuang yang sempat dibuang Belanda ke Afrika Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Tuanta Salamaka</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/masjid-katangka-saksi-sejarah-lahirnya-islam-di-sulawesi-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Megibung, Tradisi dari Karangasem hingga Lombok</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2012 07:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panca Suwandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5223</guid>
		<description><![CDATA[Dari beberapa literatur yang saya baca, bahwa tradisi megibung adalah tradisi yang berasal dari Pulau Bali, tepatnya Karangasem. Apa itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmegibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmegibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dari beberapa literatur yang saya baca, bahwa tradisi megibung adalah tradisi yang berasal dari Pulau Bali, tepatnya Karangasem. Apa itu megibung? Kenapa tradisi itu kini juga ada di komunitas masyarakat Hindu yang bermukim di Kota Mataram, Lombok?. Sebenarnya di abad ke 16, Kerajaan Karangasem berhasil menaklukan Kerajaan Selaparang, yang saat itu berkuasa di Lombok. Dari sinilah masyarakat Lombok, terutama di pesisir barat, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Bali, khususnya Karangasem. Maka, salah satu tradisi megibung juga dikenal oleh masyarakat Hindu di Lombok, yang dilaksanakan pada saat pelaksanaan upacara adat dan keagamaan.</p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/10-4/" rel="attachment wp-att-5245"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5245" src="/wp-content/uploads/2012/07/102-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p>Pada tanggal 6 April 2012 lalu yang bertepatan dengan Purnama Kadasa (penanggalan Hindu Bali), adalah piodalan salah satu pura di Kota Mataram, yiatu Pura Maksan, Pajang, Mataram. Sesuai tradisi, sebelum pelaksanaan upacara bersama, dilaksanakan terlebih dahulu megibung yang hanya diikuti oleh kaum pria di lingkungan itu. Megibung itu sendiri merupakan salah satu proses atau kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk duduk bersama saling berbagi satu sama lain, terutama dalam hal makanan. Namun berbeda dengan tradisi megibung di daerah lain, di lingkungan ini hanya boleh diikuti oleh kaum pria.</p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/2-6/" rel="attachment wp-att-5228"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5228" src="/wp-content/uploads/2012/07/2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/3-5/" rel="attachment wp-att-5229"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5229" src="/wp-content/uploads/2012/07/3-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/attachment/11/" rel="attachment wp-att-5230"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5230" src="/wp-content/uploads/2012/07/11-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Sebelum megibung dilaksanakan mulai dari menyiapkan bahan makanan, mengolah makanan hingga menghidangkan dilakukan juga secara bersama-sama oleh kaum pria juga. Sementara untuk perempuan menyiapkan beragam sesajen dan akan menyantap hidangan setelah acara megibung selesai dilaksanakan.</p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/8-4/" rel="attachment wp-att-5231"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5231" src="/wp-content/uploads/2012/07/8-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/13-2/" rel="attachment wp-att-5232"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5232" src="/wp-content/uploads/2012/07/13-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Bahan utama dari makanan yang disajikan di tradisi megibung ini adalah daging babi yang dibuat berbagai macam olahan mulai dari lawar, sate, babi panggang, babi santan dll. Bahan lainnya antara lain berbagai macam sayuran seperti daun belimbing muda, kacang panjang, kecipir, tauge, kacang merah, kacang kedelai, dll yang disajikan dengan bumbu khas Lombok yang pedas. Tidak lupa juga disediakan minuman khas Lombok berwarna merah muda, beraroma wangi namun beralkohol yaitu tuak, yang diambil dari sari buah enau. Seluruh hidangan ini disajikan dengan nasi dalam porsi yang sangat banyak didalam sebuah nampan.</p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/1-6/" rel="attachment wp-att-5233"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5233" src="/wp-content/uploads/2012/07/1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/12-2/" rel="attachment wp-att-5234"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5234" src="/wp-content/uploads/2012/07/12-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/7-3/" rel="attachment wp-att-5235"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5235" src="/wp-content/uploads/2012/07/7-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/5-5/" rel="attachment wp-att-5236"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5236" src="/wp-content/uploads/2012/07/5-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/9-2/" rel="attachment wp-att-5237"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5237" src="/wp-content/uploads/2012/07/9-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/6-4/" rel="attachment wp-att-5238"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5238" src="/wp-content/uploads/2012/07/61-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Nah, inilah saatnya megibung dimulai. Nampan yang sudah berisi nasi putih dan berbagai macam olahan makanan yang telah dibuat, diputari duduk melingkar oleh sekitar 5-7 orang. Ada sekitar 10-12 nampan yang disediakan saat acara tersebut. Seluruhnya dipimpin oleh tetua adat setempat, jadi setiap orang tidak diperkenankan untuk memulai bahkan berdiri selesai makan. Seluruh prosesi acara harus menunggu aba-aba dari tetua adat. Sekitar pukul 12 siang, acara dimulai dan seluruh peserta terlihat sangat menikmati hidangan. Sambil berseda gurau, berbincang dan kesan kekeluargaan sangat tercipta diacara tersebut. Inilah tradisi kekeluargaan dari sebuah lingkungan kecil masyarakat di Indonesia.</p>
<p><a href="/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/4-5/" rel="attachment wp-att-5239"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5239" src="/wp-content/uploads/2012/07/4-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Sebenarnya makna dari kegiatan ini adalah bahwa walaupun minoritas, dengan kebersamaan dan kekerabatan yang sangat erat, akan menciptakan lingkungan yang sangat solid dan tetap menghormati masyarakat sekitarnya. Dari kegiatan seperti inilah, menjadi wujud konsep Hindu &#8220;Tat Twam Asi&#8221; yang artinya &#8220;Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku&#8221;, maksudnya bagaimana kita bisa berempati, merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang yang di dekat kita. Ketika kita menyakiti orang lain, maka diri kita pun tersakiti. Ketika kita mencela orang lain, maka kita pun tercela. Maka dari itu, bagaimana menghayati perasaan orang lain, bagaimana mereka berespon akibat dari tingkah laku kita, demikianlah hendaknya ajaran ini menjadi dasar dalam bertingkah laku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/megibung-tradisi-dari-karangasem-hingga-lombok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Anggrek Hitam Nan Esotis Asal Kalimantan Timur</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/si-anggrek-hitam-nan-esotis-asal-kalimantan-timur/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/si-anggrek-hitam-nan-esotis-asal-kalimantan-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Aug 2012 07:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HendyLH</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggreik Hitam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5189</guid>
		<description><![CDATA[Apabila Anda sedang melakukan perjalanan ke Kalimantan Timur sempatkanlah mampir ke Cagar Alam Kersik Luway, Sekolaq Darat, Kutai Barat Kalimantan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fsi-anggrek-hitam-nan-esotis-asal-kalimantan-timur%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fsi-anggrek-hitam-nan-esotis-asal-kalimantan-timur%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;">
Apabila Anda sedang melakukan perjalanan ke Kalimantan Timur sempatkanlah mampir ke Cagar Alam Kersik Luway, Sekolaq Darat, Kutai Barat Kalimantan Timur. Cagar alam ini sangat unik sekali dengan kontur yang berbukit-bukit tepat berada di pedalaman Kalimantan Timur, namun kita akan melihat hanya hamparan pasir putih bagaikan di tepi laut. Didaerah inilah tumbuh anggrek hitam nan eksostis tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggrek Hitam (<em>Coeloegyne pandurata</em>)<em>, </em>adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan Timur. Anggrek ini memiliki karakteristik yang sangat unik karena memiliki lidah (<em>labellum</em>) yang berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal (kelopak bunga) dan petal (mahkota bunga) berwarna hijau muda. Selain itu bunga ini cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni apa bila Anda ingin melihat bunga ini sedang bermekaran datanglah pada bulan-bulan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggrek hitam termasuk kedalam golongan <em>simpodial</em>  dengan bentuk <em>blub </em>yang membengkak pada bagian bawah bunganya serta daun yang terjulur di atasnya. Setiap blub hanya memiliki dua lembar daun  saja dan daunya mirip sekali dengan tunas kelapa.</p>
<p style="text-align: justify;">yuk para pembaca mari kita lestarikan kekayaan ragam flora kita jangan sampai punah akibat hilangnya habitat  tempat bunga tersembut tumbuh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/si-anggrek-hitam-nan-esotis-asal-kalimantan-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Cinta Prambanan</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/kekuatan-cinta-prambanan/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/kekuatan-cinta-prambanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2012 07:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5198</guid>
		<description><![CDATA[Konon Taj Mahal mampu didirikan lantaran hanya demi memberi kado istimewa terhadap wanita yang sangat di cintainya. Taj mahal merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fkekuatan-cinta-prambanan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fkekuatan-cinta-prambanan%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Konon Taj Mahal mampu didirikan lantaran hanya demi memberi kado istimewa terhadap wanita yang sangat di cintainya. Taj mahal merupakan bangunan berrsitek seni tinggi, dibuat dalam kurun waktu bukan hitungan hari namun tahun. Menjadi bukti nyata, bahwa dengan kekuatan Cinta lah yang mampu menggerakkan ribuan manusia tunduk dan patuh mewujudkan prassati Cinta bernama Taj mahal.</p>
<p>Kaisar Mughal Shah Jahan, kaisar dari Kekaisaran Mughal memiliki kekayaan yang besar selama masa kejayaannya. Pada 1631 istri ketiganya dan merupakan istri yang paling dicintainya wafat sewaktu melahirkan putrinya Gauhara Begum, anak ke-14 mereka. Dengan mengerahkan 20.000 orang pekerja yang terdiri dari tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia. Taj Mahal dalam waktu 22 tahun berdiri sebagai wujud cinta untuk sang Istri.</p>
<p>Kisah heroic keagungan kekuatan cinta di negeri Nusantara ini juga tercermin dengan Candi Prambanan dengan 1000 patung yang ada menghiasi. Prambanan juga merupakan bukti cinta dari Bandung Bandawasa pada seorang Putri roro Jonggrang. Sehingga kekuatan Cinta membutakan terhadap kemustahilan yang ada. Sebab dalam cinta tak kata mustahil yang ada adalah melawan kemustahilan itu sendiri.</p>
<p>Jika cinta ingin berbalas, rupanya ada harga yang harus diberi. Tuntutan mewujudkan Cinta Bandung bandawasa pada Roro Jonggrang, diwujudkan dengan menerima tantangan sang putrid untuk dibuatkan 1000 candi dalam 1 hari.<br />
Sebab dalam cinta tak ada kemustahilan, tak berpikir panjangn, Bandung Bandawasa meneriwa tantangan kemustahilan itu. Seluruh kedigdayaan hanya terfokus untuk memenuhi keinginan sang dicinta. Segala upaya bergelora yang tertuju hanya ingin mendapatkan cinta sang putri.</p>
<p>Walau dicurangi, cinta ternyata tak membuat buktinya sirna. 999 candi yang baru dibangun di genapkan dengan kutukan cinta Bandung Badawasa pada Roro Jonggrang untuk melengkapi prasasti cintanya. Keabadian prasasti bandung Bandawasa dapat kita nikmati pada Prambanan yang elok, dengan patung Roro Jonggrang yang rupawan.<br />
Benar, Cinta yang tak berwujud itu memiliki kekuatan maha sempurna, sesempuran Prambanan yang cantik sebagai warisan budaya negeri.</p>
<p>Penulis Danang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/kekuatan-cinta-prambanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tugu Perjanjian Setan dan Manusia di Bagansiapiapi</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/tugu-perjanjian-setan-dan-manusia-di-bagansiapiapi/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/tugu-perjanjian-setan-dan-manusia-di-bagansiapiapi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2012 07:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riaudaily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5456</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal tahun naga tahun 1928 terjadi kehebohan di Kota Bagansiapiapi. Yang menjadi sasaran adalah tempat-tempat perjudian, tempat minum-minuman keras, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Ftugu-perjanjian-setan-dan-manusia-di-bagansiapiapi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Ftugu-perjanjian-setan-dan-manusia-di-bagansiapiapi%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Pada awal tahun naga tahun 1928 terjadi kehebohan di Kota Bagansiapiapi. Yang menjadi sasaran adalah tempat-tempat perjudian, tempat minum-minuman keras, rumah-rumah bordil, tempat pengisapan candu dll. Ditempat pelacuran terdengar suara orang sedang mandi dikamar mandi,ketika dilihat tidak ada orang yang sedang mandi. Di tempat perjudian batu-batu mahyong berputar-putar sendiri sehingga menimbulkan kegaduhan. Di kedai kopi terlihat kaki manusia diatas meja. Para biksu agama Budha Bagansiapiapi tidak dapat mengatasi keadaan ini, maka diundanglah biksu Budha dari Singapura dan Taiwan, menurut mereka yang menganggu itu adalah roh-roh orang yang mati sesat dilaut.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://3.bp.blogspot.com/-0oY0m9n2SnI/T3G9Jyb4ksI/AAAAAAAABns/i4NG1CquS8A/s1600/TUGU+PERJANJIAN+SETAN+BAGAN.JPG"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-0oY0m9n2SnI/T3G9Jyb4ksI/AAAAAAAABns/i4NG1CquS8A/s320/TUGU+PERJANJIAN+SETAN+BAGAN.JPG" alt="" width="198" height="320" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Tugu Perjanjian Syetan dan Manusia di Kota Bagansiapiapi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Untuk mengatasi keadaan tersebut para biksu dari Singapura dan Taiwan mengadakan perjanjian dengan syetan-syetan penasaran. Syetan-syetan itu diberikan kesempatan menghibur diri selama satu minggu. Di seluruh pelosok kota Bagansiapiapi didirikan tempat-tempat hiburan simbolik terbuat dari bambu dan kertas, ada kedai kopi,ada tempat pengisapan candu, perjudian dan lain lain. Semuanya terbuat dari bambu dan kertas secara simbolik. Ada panggung sandiwara, ada rumah bordir dengan wanita PSK-Nya, ada kedai kopi, ditempat-tempat inilah para syetan dipersilahkan menghibur selama satu minggu.</div>
<p><a name="more"></a></p>
<div>Setelah puas menghibur diri selama satu minggu,kemudian diadakan perjanjian kembali antara biksu dan syetan-syetan itu. Syetan harus kembali bergentayangan dilaut tidak boleh naik kedarat lagi. Sebagai bukti dari perjanjian tersebut maka dibuatlah tiga prasasti atau tugu yang bertuliskan <strong>LAM HU OMITOHUD yaitu nama sang Budha</strong>.  Setiap kali syetan -syetan itu kembali kedarat dan para syetan akan membaca tugu perjanjian tersebut dan merekapun kembali kelaut. Tugu-tugu perjanjian tersebut tidak boleh hilang,jika tugu tersebut hilang maka perjanjian dengan syetan akan batal.</div>
<div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://1.bp.blogspot.com/-bdMSGPUypc8/T3HAVe1Wm_I/AAAAAAAABn0/8XFIvqEyh8M/s1600/IMG_1057+-+Copy.JPG"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-bdMSGPUypc8/T3HAVe1Wm_I/AAAAAAAABn0/8XFIvqEyh8M/s320/IMG_1057+-+Copy.JPG" alt="" width="320" height="256" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Tugu Perjanjian Syetan dan Manusia di Kota Bagansiapiapi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Sejauh ini telah puluhan tahun perjanjian disepakati,belum ada kabar atau kejadian syetan melanggar perjanjian tersebut,hikmah yang dapat dipetik, ternyata syetan lebih patuh dan disiplin dibandingkan dengan manusia. Konon syetan menunggu tugu tersebut lenyap,yang berari perjanjian akan batal dan para syetan akan kembali bebas ke darat mengganggu manusia.</div>
</div>
<p><img src="http://1.bp.blogspot.com/-IGOa6OnmVC0/T3HCI5QT_6I/AAAAAAAABn8/CxoUAn4cG1Y/s320/tugu+perjanjian+setan+dibagansiapiapi.JPG" alt="" width="320" height="320" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/tugu-perjanjian-setan-dan-manusia-di-bagansiapiapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
