<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia &#187; Prestasi</title>
	<atom:link href="/category/prestasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.palingindonesia.com</link>
	<description>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jan 2013 12:44:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mendengar dengan Warna</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/mendengar-dengan-warna/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/mendengar-dengan-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2012 07:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmiranti Widazulfia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6917</guid>
		<description><![CDATA[Saat mengandung, sang ibu, Shinta Ayu Handayani terserang virus rubela yang akan berakibat buruk bagi janin yang dikandungnya. Namun, kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat mengandung, sang ibu, Shinta Ayu Handayani terserang virus rubela yang akan berakibat buruk bagi janin yang dikandungnya. Namun, kedua orang tuanya tetap mempertahankan Rafi karena mereka yakin, bukan manusia yang menentukan kehidupan manusia lainnya.</p>
<p>Rafi pun lahir dalam kondisi tuna rungu yang membuat pertumbuhan Rafi terganggu. Namun selalu ada cara untuk membuat hidup Rafi lebih berwarna. Beruntungnya, ia tumbuh di dalam sebuah keluarga yang harmonis dan suportif.</p>
<p>Rafi kecil yang suka bertanya akan banyak hal, suatu hari bertanya tentang apa sesungguhnya suara itu. Ibunya sempat merasa bingung, sampai akhirnya ia menjawab bahwa suara itu sama seperti warna. Ada merah, hijau, dan warna lainnya.</p>
<p>Tidak berhenti sampai di situ, Rafi yang lahir di Jakarta pada Juli 2002 ini tetap mendapatkan pendidikan yang tepat dari orang tuanya. Di usia 2 tahun, Rafi bersekolah di Santi Rama, sekolah untuk anak-anak tuna rungu. Di Santi Rama lah Rafi mulai menggambar. Menariknya, Rafi mengamati karakter Ariel dalam serial “Little Mermaid” yang pernah ia tonton di televisi. Ia lagi-lagi bertanya pada ibunya mengapa putri duyung itu tidak berpakaian seperti perempuan lainnya. Ibunya kembali bingung dan pada akhirnya ia meminta putranya untuk membuatkan pakaian yang bagus untuk karakter itu.</p>
<p>Berawal dari sebuah sketsa baju untuk Ariel itulah, bakat menggambar Rafi mulai tampak. Gambar yang dibuatnya sungguh berbeda dengan gambaran anak-anak seusianya. Dibuatnya sebuah sketsa rompi dan jaket untuk Ariel dan saat ia melihat Ariel di TV sebagai seorang manusia, ia juga membuatkan gaun untuk Ariel.</p>
<p>Semua yang dibuatnya hanya sebatas sketsa yang dibuatnya dengan spidol warna yang ia miliki. Hingga suat saat, bocah yang gemar menghadiri fashion show dan membaca buku-buku fashion ini menuliskan 2 permintaan melalui surat untuk Tuhan. Dalam surat itu, ia menuliskan bahwa ia ingin bisa mendengar. Permintaan yang kedua yakni ia ingin membuat pergelaran busana miliknya di hari ulang tahunnya.</p>
<p>Tuhan serasa mendengar permintaan Rafi hingga pada saatnya, di ulang tahunnya yang ke-9 ia menggelar mini show nya dengan kolaborasi bersama desainer ternama Indonesia, Barli Asmara. 7 rancangan miliknya dipamerkan di acara tersebut dan sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa dari seorang anak berusia 9 tahun.</p>
<p>Tidak berhenti di situ, seorang pengusaha dan pendiri LC Foundation, Lia Candrasari memberi tawaran pada ibu Rafi untuk mengembangkan bakat yang Rafi miliki. Lia mengenalkannya dengan Nonita Respati dari rumah mode Purana Batik dan Ariani Pradjasaputra dari Aarti untuk aksesori. Ketiganya menghasilkan kolaborasi kuat yang diberi nama PAR. Kolaborasi itu disuguhkan dalam sebuah salah satu perhelatan fashion terbesar di Indonesia, yakni Jakarta Fashion Week 2012 (JFW 2012).</p>
<p>Koleksi busana yang bertajuk “Echoes of Heritage” ini berisi 24 jajaran busana ready-to-wear yang fun dan casual. Tema ini dipilih sesuai visi dari LC Foundation selaku penggagas proyek kolaborasi dan pagelaran ini.</p>
<p>Menggali potensi kebudayaan asli Indonesia dan berbagi untuk bangsa, menjadi misi dalam program besutan Lia Candrasari ini. Sketsa-sketsa goresan Rafi diwujudkan dengan menggunakan material batik karya para pengrajin di Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Madura, Rembang, dan berbagai kota penghasil batik lainnya.</p>
<p>Peragaan busana ini hanyalah satu dari banyak impian Rafi yang berhasil terwujud. September lalu, Rafi yang juga penyandang tunarungu akhirnya bisa mendengar melalui operasi telinga kanannya. Operasi ini juga didukung oleh LC Foundation untuk mempersiapkan langkah awal Rafi di ranah mode tanah air. Meski di saat ia mulai bisa mendengar ia panik dan ketakutan dengan suara-suara yang ia dengar, kini ia lebih terbiasa dan segera akan melakukan operasi untuk telinga kirinya.</p>
<p>Melalui koleksi tersebut, Rafi membuktikan bahwa seorang bocah 9 tahun yang juga tunarungu, mampu menghasilkan karya yang tak kalah apiknya dari para desainer dewasa. Jadi, tunggu apa lagi untuk mulai wujudkan mimpimu?</p>
<p><em><strong>ditulis untuk goodnewsfromindonesia.org</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/mendengar-dengan-warna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Maria Oentoe Tinangon: Pemilik Suara Indah di Sudio Bioskop Jaringan 21</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/mengenal-maria-oentoe-tinangon-pemilik-suara-indah-di-balik-studio-bioskop-jaringan-21/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/mengenal-maria-oentoe-tinangon-pemilik-suara-indah-di-balik-studio-bioskop-jaringan-21/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2012 07:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhahana Adi Pungkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5787</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali kita memasuki bioskop-bioskop 21 (twenty one) di Indonesia tentunya,kita akan selalu mendengar kalimat seperti ini : “Pintu teater [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali kita memasuki bioskop-bioskop 21 (<em>twenty one</em>) di Indonesia tentunya,kita akan selalu mendengar kalimat seperti ini : <em>“Pintu teater satu sudah dibuka, bagi pengunjung yang sudah memiliki karcis diharap segera memasuki teater satu”</em>. Suara merdu seorang perempuan yang sudah bertahun-tahun selalu menyapa para pengunjung bioskop itu ternyata milik <strong>Maria Oentoe Tinangon</strong>.</p>
<p>Suara itu direkam sekitar tahun 1986 jadi kurang lebih sudah 25 tahun menemani para penggemar film di bioskop. Mendengar nama Maria Oentoe sontak kita teringat sandiwara-sandiwara di radio jaman dahulu seperti : Saur Sepuh, Tutur Tinular atau Ibuku Malang, Ibuku Sayang. Yaa, wanita kelahiran tahun 1948 ini memang  terkenal sebagai perintis <em>dubbing</em> di radio Indonesia. Wanita yang pernah bermain dalam film Pernikahan Dini (1987) ini, masih memiliki suara merdu yang sangat terjaga. Resepnya ia masih rutin minum air putih dari kendi setiap saat. Suara merdu yang keluar dari mulutnya seakan memiliki kekuatan yang sanggup memikat hati setiap orang yg mendengarnya.</p>
<p>Menanggapi dunia radio broadcasting terutama program sandiwara radio saat ini, tantangannya adalah  kiranya kini masyarakat lebih menyukai tontonan di televisi daripada duduk manis mendengarkan radio. Namun demikian beliau tetap optimis, masih banyak penggemar acara ataupun sandiwara radio karena media radio lebih menjangkau daerah-daerah pelosok dan persentase yang memiliki radio lebih banyak. Selain itu tidak selamanya sandiwara di radio yang sukses besar tetapi ketika diangkat di layar kaca menjadi tidak sukses. Ini menunjukkkan media radio tetap mempunyai keunggulan tersendiri.</p>
<p>Contohnya sandiwara radio “Ibuku Malang, Ibuku Sayang” yang sukses di radio gagal meraup perhatian pemirsa TV pada waktu itu. Ruang imajinasi para pendengar radio lebih luas dan individual sekali, pendengar dapat membayangkan atau menebak-nebak sendiri gambaran mengenai tokohnya. Namun ketika di layar kaca, imajinasi penonton sangat terbatas tidak bebas menikmati cerita karena hanya manut dengan imajinasi sang sutradara sehingga membuat penonton tidak puas. Hingga sat ini Maria Oentoe merasa bersyukur karena lewat suaranya,ia dapat menghibur orang banyak&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="mceTemp">
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_5790" class="wp-caption alignleft" style="width: 211px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="/mengenal-maria-oentoe-tinangon-pemilik-suara-indah-di-balik-studio-bioskop-jaringan-21/tutur-tinular/" rel="attachment wp-att-5790"><img class="size-medium wp-image-5790" src="/wp-content/uploads/2012/08/Tutur-Tinular-201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /></a>[/caption]</dt>
</dl>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/mengenal-maria-oentoe-tinangon-pemilik-suara-indah-di-balik-studio-bioskop-jaringan-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titim Fatimah, Maestro Sinden Favorit Soekarno</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/titim-fatimah-maestro-sinden-favorit-soekarno/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/titim-fatimah-maestro-sinden-favorit-soekarno/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2012 02:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budiana Yusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6555</guid>
		<description><![CDATA[Bagi orang Sunda yang hidup sekitar tahun 1960-an pasti tidak asing dengan nama Titim Fatimah. Seorang seniwati legendaris yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi orang Sunda yang hidup sekitar tahun 1960-an pasti tidak asing dengan nama Titim Fatimah. Seorang seniwati legendaris yang tidak saja terkenal di Jawa Barat tapi juga di seantero nusantara. Maestro sinden, yang kehadirannya selalu ditunggu oleh ribuan penggemarnya dimanapun ia manggung.</p>
<p>Konon, ketika beliau baru turun dari mobil saja para penggemarnya sudah mengerubunginya. Ini seringkali membuat petugas keamanan kewalahan menjaga sang primadona saat itu. Mungkin sosoknya saat itu bisa diibaratkan Agnes Monica atau Krisdayanti yang menjadi diva saat ini.</p>
<p>Ketika Titim Fatimah mulai membawakan sebuah tembang, semua penonton seakan terhipnotis menyimak suara merdunya dan biasanya selalu diakhiri dengan riuh tepuk tangan penonton. Begitu menjadi primadonanya Titim saat itu, bahkan para penggemarnya berani memberi saweran bukan hanya uang tetapi juga ada yang berani memberi mobil hingga rumah miliknya demi Titim.</p>
<p>Dipuncak karirnya, selain menjadi sinden pada acara kliningan dan wayang golek di pelosok Jawa Barat, Titim juga menjadi langganan pengisi acara di gedung pentas Museum Pusat Jakarta bersama grup Seni Sunda Studio RRI Jakarta. Beliau juga pernah ikut terlibat dalam film nasional berjudul Si Kembar (1961) produksi Gema Masa Film. Bahkan presiden Soekarno kerap kali mengundangnya ke Istana untuk nyinden di depan tamu negara.</p>
<p>Pada puncak karirnya tersebut honor yang diterimanya sekali manggung bisa melebihi honor penyanyi pop yang terkenal saat itu. Popularitasnya tersebut menjadikannya sinden paling terkenal dan paling sukses secara financial sepanjang masa. Kekayaan hasil jerih payahnya tersebut selain digunakannya untuk menunaikan ibadah haji, digunakan pula untuk merintis perusahan peternakan ayam dan perusahaan taksi.  Selain itu sebagian hartanya juga digunakan untuk membangun Sekolah Dasar di Subang yang merupakan kampung halamannya dengan nama SD Titim Fatimah, yang masih digunakan hingga saat ini.</p>
<p>Titim Fatimah lahir di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1938. Pada usia 5 tahun, ia dibawa kembali ke kampung halaman orangtuanya H. Damri Sumarta ke Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat.  Sejak kecil bakat sinden Titim sudah terlihat, kemudian ia terus dibimbing oleh ayahnya yang juga mahir bermain kecapi dan kawih sunda. Menjelang remaja beliau semakin mendalami dunia sinden. Beberapa sinden dan ahli karawitan sunda beliau datangi untuk belajar, termasuk Upit Sarimanah sinden yang paling terkenal saat itu.</p>
<p>Merasa ilmunya sudah cukup, kemudian ia mendatangi RRI Bandung agar bisa nyinden disana. Namun, waktu itu RRI Bandung  menolaknya. Tapi karena keinginan yang kuat untuk sukses di dunia sinden Titim tidak patah semangat, kemudian melalui Tuteng Djauhari pimpinan grup seni sunda RRI Jakarta ia berhasil manggung di RRI Jakarta. Sejak saat itu nama Titim mulai dikenal tidak hanya di Jawa Barat tapi juga keseluruh Indonesia.</p>
<p>Perjuangannya di dunia seni sunda patut diteladani. Karena beliau, pamor sinden saat itu menjadi meningkat. Sinden sunda tidak hanya di kenal di Jawa Barat tapi juga dikenal secara nasional. Karena beliau, harkat dan martabat sinden menjadi terangkat. Atas sumbangsihnya terhadap kebudayaan sunda tersebut, pada tanggal 23 Pebruari 2003 presiden Megawati Soekarno Putri memberinya penghargaan Satya Lencana Kebudayaan.</p>
<p>Untuk menghargai jasa beliau Pemda Subang juga pernah pernah menyelenggarakan pasanggiri sinden sunda dengan tajuk “Piala Titim Fatimah” pada tahun 2002 dan 2004 tapi sayang, entah mengapa event ini tak pernah digelar lagi hingga sekarang. Beberapa seniman sunda juga menyarankan untuk membuat patung Titim Fatimah atau sekedar dijadikan nama jalan untuk mengingat jasa beliau. Namun sayang, hal tersebut belum terwujud hingga kini. Nama besar “diva” yang menjadi idola pada zamannya itu, seakan dibiarkan hilang dimakan zaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/titim-fatimah-maestro-sinden-favorit-soekarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BJ Habibie, Bapak Teknologi Indonesia</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/bj-habibie-bapak-teknologi-indonesia/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/bj-habibie-bapak-teknologi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 02:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=1077</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia tidak hanya memiliki keindahan alam dan juga kebudayaan yang membuat setiap mata terpesona. Diantara jutaan individu yang hidup di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia tidak hanya memiliki keindahan alam dan juga kebudayaan yang membuat setiap mata terpesona. Diantara jutaan individu yang hidup di bumi nusantara, sebagian menjadi garda terdepan di bidangnya masing-masing. Bahkan tidak jarang diantaranya begitu tersohor hingga ke mancanegara. Salah satunya adalah mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie.</p>
<p>Berawal dari ketertarikannya di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata mengantarkan pria kelahiran 25 Juni 19365 ini menjadi Bapak Teknologi Indonesia. Habibie muda memang mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat mumpuni di bidangnya. Masa 10 tahun ia habiskan untuk menyelesaikan pendidikannya hingga program doktor di Aachen, Jerman.</p>
<p>Masa studinya dihabiskan dengan guratan prestasi. Selama lima tahun, ia berhasil menyelesaikan gelar Dilpon-Ingenenieur diploma teknik dengan predikat summa cum laude. Begitu pula masa studi doktoralnya yang berhasil ia raih dengan predikat serupa.</p>
<p>Selama mengenyam pendidikan doktoralnya, ia bekerja di Messerschmitt-Bolko-Blohm atau MMB Hamburg sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang. Kemudian ia menjabat sebagai Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB.</p>
<p>Kinerjanya yang baik dan prestasi kerjanya yang terus meroket, membuat ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MMB. Hal tersebut merupakan prestasi tersendiri karena menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menjadi orang kedua di perusahaan pesawat terbang Jerman. Ia pun memiliki beberapa rumusan teori yang dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor”, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method”.</p>
<p>Berhasil di Jerman tidak membuat ia lupa akan bangsanya sendiri. Pada 1974 atas permintaan dari Presiden Soeharto, ia pun kembali ke tanah air dan mengabdi dengan menjadi penasihat pemerintah di bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi. Empat tahun kemudian, ia pun diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi sekaligus sebagai Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) .</p>
<p>Habibie menyadari bahwa Indonesia memiliki sumber daya luar biasa yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Ia pun mendorong adanya lompatan strategi pembangunan yakni melompat dari strategi pembangunan agraris menuju negara industri maju. Visinya sangat jelas yakni membawa Indonesia menjadi negara maju yang disegani oleh dunia internasional.</p>
<p>Sebagai Presiden ke-3 pengganti Presiden Soeharto, Habibie merupakan presiden RI yang menerima banyak penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Prestasi yang diukirnya tidak membuat ia begitu tinggi hati. Sebaliknya, sebagai seorang tokoh yang dijadikan panutan oleh banyak orang, Habibie tetap rendah hati dan berorientasi kebangsaan. Baginya, Indonesia merupakan bangsa besar dan bermartabat melalui segala keunikan dan kekayaan yang dimiliki.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/bj-habibie-bapak-teknologi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telkomsel Dapatkan Indonesia Green Awards 2011 Sebagai Penginspirasi Bumi</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/telkomsel-dapatkan-indonesia-green-awards-2011-sebagai-penginspirasi-bumi/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/telkomsel-dapatkan-indonesia-green-awards-2011-sebagai-penginspirasi-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 09:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=935</guid>
		<description><![CDATA[Bersama 34 perusahan BUMN dan swasta nasional, Telkomsel menjadi satu-satunya operator selular penerima anugerah korporasi penginspirasi bumi. Pencapaian tersebut diberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bersama 34 perusahan BUMN dan swasta nasional, Telkomsel menjadi satu-satunya operator selular penerima anugerah korporasi penginspirasi bumi. Pencapaian tersebut diberikan karena Telkomsel telah menjadi pelopor BTS Go Green dengan memiiki 164 BTS (base transceiver station) ramah lingkungan yang memanfaatkan tenaga matahari dan 2 BTS mikrohidro yang mengggunakan tenaga air sesuai kondisi geografis Indonesia.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Indonesia Green Awards 2011, merupakan penghargaan di bidang lingkungan yang dimotori oleh Kementrian Kehutanan Republik Indonesia dengan Majalah Bisnis &amp; CSR. Apresiasi ini diberikan secara langsung oleh Zulkifli Hasan S.E,M.M, Menteri Kehutanan kepada perusahaan yang telah menginspirasi publik dalam menjaga lingkungan. Termasuk salah satunya kepada Telkomsel dalam ajang Indonesia Green Awards 2011, di Jakarta, Rabu (28/9).</p>
<p>Selama ini Telkomsel konsisten untuk mengupayakan penggunaan sumber energi alternatif sebagai salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan <em>power supply</em> yang dibutuhkan dalam mengoperasikan Base Transceiver Station (BTS).Telkomsel terus melakukan riset dan pengembangan penggunaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sebagai upaya menjaga kinerja pelayanan dan kinerja perusahaan ke depan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bambang Siswanto, Manager CSR Management Support Telkomsel menjelaskan, “Menyadari keterbatasan sumber energi dan mencermati tren penggunaan energi alternatif, tren teknologi dunia, serta perlunya kesadaran bersama untuk ikut melestarikan alam, Telkomsel terus mencari terobosan penerapan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi. Penghargaan ini membuktikan keseriusan Telkomsel menggarap energy alternative sebagai sebagai penyedia power supply.”</p>
<p>Pemilihan program lingkungan yang memiliki nilai manfaat tinggi di atas memang harus dilakukan cukup selektif. Sebab, sejumlah perusahaan besar yang selama ini dikenal cukup intens menggulirkan program lingkungan oleh publik pun ikut bertarung didalam event yang digelar oleh Majalah Bisnis &amp; CSR dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia itu. Sebut saja diantaranya Danone Aqua, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Antam (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero), PT BNI (Persero) Tbk, dan lainnya.</p>
<p>Teknologi BTS mikrohidro sendiri sudah berjalan sejak tahun 2010, yang diiantaranya terdapat di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dan Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Pemanfaatan BTS tenaga air pertama di Asia tersebut mampu membangkitkan daya listrik sebesar 16,47 KW, dimana sebanyak 7,7 KW disalurkan untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di BTS dan fasilitas umum. Sementara sisanya, 7,94 KW untuk cadangan.</p>
<p>Sumber energi alternatif lainnya adalah tenaga matahari <em>(solar cell)</em>. 164 BTS <em>solar cell</em> Telkomsel tersebar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, yakni Sumatera (78 BTS), Jawa (7 BTS), Bali Nusa Tenggara (23 BTS), Kalimantan (34 BTS), dan Sulawesi Maluku Papua (22 BTS). Keseluruhan BTS tersebut memperoleh sumber energi ramah lingkungan sesuai dengan standar Telkomsel yang biasa digunakan di industri telekomunikasi selular, yakni sekitar 0,115 MegaWatt atau hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA.</p>
<p>Tidak hanya berguna memenuhi kebutuhan jangkauan signal Telkomsel, keberadaan BTS mikrohidro dan solarcell tersebut mampu membuka wilayah terisolasi dari pasokan aliran listrik konvensional. Termasuk mendongkrak nilai perekonomian di wilayah tersebut di atas, sebab Telkomsel berkomitmen membangun Indonesia, karena Telkomsel Paling Indonesia.</p>
<p>Telkomsel sadar bahwa keberlangsungan bisnis selayaknya selaras dengan  kelestarian alam. Lewat karya anak negeri, inovasi <em>Green Technology</em> tak pernah henti diciptakan. Hingga kini, tidak kurang 2.200 BTS (<em>base transceiver station</em>) berbasis ramah lingkungan yang terdiri dari solar cell, mikrohidro, fuel cell dan hotel BTS telah tersebar diseluruh wilayah Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/telkomsel-dapatkan-indonesia-green-awards-2011-sebagai-penginspirasi-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beasiswa ke Luar Negeri untuk Komunitas Sekolah Telkomsel</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/beasiswa-ke-luar-negeri-untuk-komunitas-sekolah-telkomsel/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/beasiswa-ke-luar-negeri-untuk-komunitas-sekolah-telkomsel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 04:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Telkomsel menyerahkan beasiswa TSC (Telkomsel School Community) kepada 4 orang siswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Swiss, Belgia, Italia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telkomsel menyerahkan beasiswa TSC (Telkomsel School Community) kepada 4 orang siswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Swiss, Belgia, Italia, dan Jepang. Program beasiswa ini merupakan hasil kerjasama dengan Yayasan Bina Antarbudaya (YBA), sebagai mitra dalam AFS (American Field Service) Intercultural Programs, yang diperuntukkan bagi anggota komunitas sekolah Telkomsel yang ingin menimba ilmu di luar negeri.</p>
<p>Selama mengikuti pendidikan, para peserta program AFS ini akan mengikuti aktivitas sekolah, serta melebur ke dalam lingkungan masyarakat di negara tujuan. Di samping itu, mereka juga akan mengikuti rangkaian kegiatan bermanfaat seperti orientasi, <em>field trip</em>, dan <em>community service</em>.</p>
<p>Menurut GM Community Management &amp; New Segment Telkomsel Yunita Primastuti, “Beasiswa TSC untuk AFS merupakan salah satu wujud kepedulian Telkomsel terhadap dunia pendidikan. Melalui program ini, para anggota komunitas TSC diberi kesempatan untuk mengikuti program pendidikan selama satu tahun di luar negeri.”</p>
<p>Anggota TSC yang meraih kesempatan belajar di luar negeri dalam program ini telah melalui berbagai tahapan seleksi yang diadakan oleh Bina Antarbudaya sebagai yayasan yang bermitra dengan AFS dalam menyelenggarakan program-program lintas budaya bagi Indonesia. Sejumlah tahapan seleksi tersebut adalah tes bahasa Inggris, tes potensi akademik, wawancara, dan dinamika kelompok.</p>
<p>Setelah memperoleh persetujuan dari orang tua dan mengikuti program orientasi, peraih beasiswa TSC segera diberangkatkan ke salah satu negara tujuan pertukaran pelajar. Program ini hanya bisa diikuti pelajar yang sedang menjalani pendidikan setingkat SMU pada masa kenaikan dari kelas 2 ke kelas 3 di tanggal keberangkatan ke negara tujuan.</p>
<p>Untuk menjadi peserta program ini, pelajar SMU yang menjadi pelanggan <em>simPATI</em> atau <em>Kartu As</em> harus mendaftarkan diri menjadi anggota TSC. Cukup dengan kirim SMS, ketik SEKOLAH&lt;spasi&gt;&lt;School ID&gt;, contoh: SEKOLAH 1235456789, lalu kirim ke <strong>2323</strong>. Sekolah yang ingin mendapatkan <em>school ID</em> dan bergabung ke dalam TSC dapat menghubungi kantor <em>GraPARI</em> Telkomsel terdekat.</p>
<p>“Selain program beasiswa AFS, Telkomsel juga menyelenggarakan program yang ditujukan kepada elemen civitas akademika, seperti pelatihan akademis dan spiritual bagi guru dan pesantren. Hal lain yang juga difasilitasi oleh Telkomsel untuk dunia pendidikan adalah website <a href="http://www.haisobat.com/">www.haisobat.com</a>, SIS (Sistem Informasi Sekolah), dan berbagai dukungan infrastruktur sekolah lainnya,” tambah Yunita.</p>
<p>TSC merupakan komunitas sekolah pertama dan terbesar di Indonesia yang kini memiliki lebih dari 9 juta anggota dari sekitar 8.500 sekolah di seluruh Indonesia. Peningkatan kualitas prestasi siswa dengan mengkombinasikan konsep edukasi dan <em>entertainment</em> menjadi fokus kegiatan TSC. Dengan bergabung di TSC, para anggota dapat mengikuti berbagai kegiatan bermanfaat yang dapat membuka wawasan akademis, baik melalui seminar/ workshop, <em>outbond </em>Supercamp, serta program homestay dan pertukaran pelajar di mancanegara yang akan diberangkatkan pada bulan Agustus ini. Akhir tahun 2010 lalu, Telkomsel telah memberangkatkan 20 anggota TSC untuk mengikuti <em>homestay</em> di Australia guna memperdalam kemampuan berbahasa Inggris serta mengenal budaya baru.</p>
<p>Di samping itu, anggota TSC juga mendapatkan berbagai penawaran menarik berupa diskon harga spesial untuk berbagai layanan Telkomsel. Anggota TSC dapat menikmati tarif murah untuk nelpon, SMS, dan internet. Tersedia pula paket spesial <em>chatting</em> melalui layanan Chatbox (Rp 5.500 per 30 hari), paket hemat internet berkecepatan tinggi TELKOMSELFlash (Rp 10.000 untuk 35 MB), diskon penggunaan GPRS menjadi Rp 1/ KB, serta layanan SMS Freedom (Rp 20 per SMS).</p>
<p>Telkomsel menyadari bahwa pendidikan merupakan faktor penentu sumber daya manusia Indonesia kelak. Oleh karenanya, Telkomsel berkomitmen untuk membangun generasi muda Indonesia dan mendorong masyarakat Indonesia untuk terus maju membangun bangsa. [ADV]</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/beasiswa-ke-luar-negeri-untuk-komunitas-sekolah-telkomsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telkomsel, Merek Terfavorit Wanita Indonesia 2011</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/telkomsel-merek-terfavorit-wanita-indonesia-2011/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/telkomsel-merek-terfavorit-wanita-indonesia-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 06:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Telkomsel kembali meraih penghargaan sebagai merek terfavorit pada ajang Indonesia’s Most Favorite Women Brand 2011 yang diadakan lembaga riset pemasaran MarkPlus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telkomsel kembali meraih penghargaan sebagai merek terfavorit pada ajang Indonesia’s Most Favorite Women Brand 2011 yang diadakan lembaga riset pemasaran MarkPlus Insight dan Majalah Marketeers.</p>
<p>Survei terhadap konsumen wanita Indonesia yang dilakukan MarkPlus Insight pada tahun 2011 ini meneliti gaya hidup wanita, terutama merek yang mereka pilih dan gunakan dalam aktivitas sehari-hari. MarkPlus Insight menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dalam melakukan survei terhadap 2.150 responden wanita berusia 16 hingga 50 tahun dari berbagai strata sosial ekonomi di 10 kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, Palembang, Pekanbaru, dan Banjarmasin.</p>
<p>Dalam survei yang melibatkan ratusan merek dari puluhan kategori produk consumer goods ini, Telkomsel terpilih sebagai merek terfavorit versi wanita Indonesia untuk kategori penyedia layanan selular dengan persentase 53,8 persen, jauh di atas Indosat (25,1 persen) maupun XL Axiata (12,1 persen).</p>
<p>VP Product Marketing Telkomsel Lindayanti Harjono mengatakan, “Penghargaan sebagai merek terfavorit ini merefleksikan tingginya kepercayaan wanita Indonesia yang menggunakan produk-produk Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Pengakuan ini tentunya semakin memacu kami untuk terus menyediakan layanan-layanan yang sesuai dengan mobilitas pelanggan wanita Telkomsel yang saat ini jumlahnya sekitar 55 persen dari seluruh pelanggan Telkomsel.”</p>
<p>Dalam upaya memenuhi kebutuhan gaya hidup wanita Indonesia, sejak tahun lalu Telkomsel menyediakan layanan konten Dunia Wanita. Melalui akses menu *468#, pelanggan dapat menikmati beragam info dan tips seputar wanita, antara lain: tren lifestyle Miss Jinjing, tips cantik dan sehat dr. Sonia Wibisono, tips keluarga dan anak bersama Kak Seto, serta resep masakan ala Farah Quinn.</p>
<p>“Telkomsel terbukti mampu mengembangkan strategi pemasaran untuk memahami kebutuhan wanita, baik dari sisi value, gaya hidup, dan perilaku dalam menggunakan layanan selular. Dalam survei yang kami lakukan, Telkomsel menjadi yang paling difavoritkan wanita Indonesia, khususnya di beberapa daerah di luar Pulau Jawa berkat promo tarif layanan yang murah serta jaringan yang berkualitas,” ungkap Waizly Darwin, Chief Operations Majalah Marketeers.</p>
<p>Penghargaan Indonesia’s Most Favorite Women Brand ini merupakan yang kedua kalinya diperoleh Telkomsel. Tahun lalu Telkomsel juga berhasil meraih pengakuan sebagai merek terfavorit pilihan wanita Indonesia untuk kategori gadget, elektronik, dan household.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/telkomsel-merek-terfavorit-wanita-indonesia-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Didi Ninik Thowok, Menari Untuk Indonesia</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/didi-ninik-thowok-menari-untuk-indonesia/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/didi-ninik-thowok-menari-untuk-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 02:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[Dunia tari Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan Didik Nini Thowok. Pria kelahiran 13 November 1954 yang bernama asli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia tari Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan Didik Nini Thowok. Pria kelahiran 13 November 1954 yang bernama asli Didik Hadiprayitno ini memang dikenal sebagai seniman ulung. Selain sebagai penari, Didik Ninik Thowok juga dikenal sebagai koreografer, komedian, pemain pantomime, penyanyi sekaligus akademisi seni. Tak heran hidupnya memang didesikasikan untuk kesenian Indonesia.</p>
<p>Terlahir dengan nama Kwee Tjoen An, masa kecil Didik memang tidak terlalu bahagia. Sebagai  keluarga yang sangat sederhana, kehidupan Didik memang hidup penuh keprihatinan. Ayahnya hanya sebagai penjual kulit kambing dan sapi. Sedang ibunya membuka kios di Pasar Kayu.</p>
<p>Hal tersebut membuat Didik tumbuh menjadi pribadi yang tegar, sebagai anak laki-laki Didik juga terbilang penurut dan tidak nakal. Oleh neneknya ia juga diajari beragam keterampilan yang terbilang ganjil bagi anak laki-laki seperti menjahit, menisik, menyulam dan merenda.</p>
<p>Saat disekolah, Didik memang termasuk anak yang pintar. Terutama di bidang seni. Didik kecil suka menggambar dan menyanyi, apalagi saat menyanyi tembang Jawa. Bakat seninya semakin muncul ketika ia mengenal dunia tari akibat sering menonton pertunjukan wayang orang yang berupa sendratari. Sejak saat itupun, Didik bertekad untuk mempelajari dunia tari.</p>
<p>Meski perekonomian keluarganya pas-pasan, namun langkah Didik untuk mempelajari seni tari tidak surut. Ia meminta teman sekelasnya Sumiasih yang pandai menari dan nembang untuk mengajarinya tari-tarian wayang orang. Terbukti, Didik cepat menguasai berbagai gerakan. Hal tersebut karena tubuh Didik yang lentur serta berbakat.</p>
<p>Selanjutnya, Didik terus giat mempelajari tari dengan berbagai cara. Seperti saat mempelajari tari bali, ia belajar dari seorang tukang cukur rambut yang kebetulan orang Bali. Tari Jawa Klasik juga ia pelajari dari guru sewaan yang ia bayar dari hasil menyewakan komik warisan kakeknya.</p>
<p>Langkahnya semakin kuat dengan berguru pada para penari senior seperti A.M Sudiharjo, Prapto Prasojo juga mengikuti kursus menari di Kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Temanggung. Beragam kursus yang ia pelajari akhirnya membuat ia pandai menari dan membuat tari-tarian kreasi. Tarian pertamanya dibuat pada pertengahan 1971 dengan judul Tari Persembahan yang merupakan gabungan gerak tari Bali dan Jawa.</p>
<p>Pada setiap penampilan tarinya, Didik selalu membuat para penontonnya terkesima. Selain tariannya yang sangat luwes, penampilan Didik pun dianggap nyentrik. Tak jarang dalam setiap tarian yang diperagakannya, Didik tampil sebagai penari wanita dengan kebaya lengkap dan sanggul.</p>
<p>Kecintaannya terhadap dunia seni tari memang tidak diragukan lagi. tidak hanya belajar tarian Indonesia, Didik juga sempat mempelajari berbagai tarian dari negara lain seperti tari klasik Noh Hagoromo dari Jepang dan Tari Flamenco. Kepiawaiannya menari membuat ia menerima berbagai penghargaan baik dari dalam dan luar negeri. Dedikasinya yang begitu total pada dunia tari Indonesia memang patut dihargai. Baginya menari adalah panggilan hidup yang akan terus ia lakoni hingga akhir hayatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/didi-ninik-thowok-menari-untuk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Dekat Dengan Waljinah</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/mengenal-sosok-waljinah/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/mengenal-sosok-waljinah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 06:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kata keroncong mungkin tidak akan terlepas dari sosok Waljinah. Perempuan yang terkenal dengan julukan ‘Ratu Keroncong’ ini memang dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar kata keroncong mungkin tidak akan terlepas dari sosok Waljinah. Perempuan yang terkenal dengan julukan ‘Ratu Keroncong’ ini memang dikenal sebagai salah satu penyanyi keroncong terbaik yang dimiliki Indonesia. Berkat suaranya yang syahdu, Waljinah menjadi kondang di dunia musik dalam negeri era 60-70an.</p>
<p>Perempuan kelahiran Solo, 65 tahun silam dimaksud ternyata tidak sengaja terjun ke dunia musik keroncong. Sejak diajak berlatih menyanyi oleh sang kakak sewaktu masih sekolah dasar, Waljinah muda kian rajin mengikuti beragam kontes menyanyi keroncong. Mengawali karier sejak menjuarai Bintang Radio Indonesia pada tahun 1965, tidak hanya mendapatkan trophy, Waldjinah berkesempatan bertemu langsung dengan proklamator Soekarno. Tak hanya itu, ia juga aktif diminta menyanyi di istana saat acara-acara kenegaraan.</p>
<p><em>Walang Kekek </em>merupakan salah satu judul lagu yang melambungkan namanya disamping juga lagu <em>Jangkrik Genggong </em>dan lain-lain. Ia juga seringkali membawakan lagu-lagu karya pencipta lagu besar seperti Gesang, Andjar Any dan Ismail Marzuki, bahkan  menerima anugrah seni dari yayasan musik Hanjaringrat di Solo. Kiprah Waljinah dalam belantika musik keroncong memang tidak diragukan lagi. Sebagai penyanyi keroncong kawakan namanya tidak hanya besar di negeri sendiri, melainkan juga di negeri orang seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Selandia Baru, Belanda, hingga Yunani. Para penggemarnya pun masih setia mendengarkan suara merdu dengan alunan keroncong yang khas. Namun sayangnya tidak ada data pasti album Waldjinah, berdasarkan catatan ISI Solo, terdapat 34 album piringan hitam dan 176 album kaset dengan total lagu sebanyak 1.766 buah.</p>
<p>Waljinah memang sangat mencintai musik keroncong. Kecintaannya terhadap musik keroncong membuat ia mendedikasikan hidupnya dengan terus bernyanyi di jalur musik keroncong. Tidak hanya itu, ia pun terjun langsung dalam pelestarian musik keroncong terutama kepada generasi muda. Hal tersebut dilakukan dengan cara berduet dengan penyanyi pop seperti yang pernah ia lakukan bersama almarhum Chrisye pada lagu <em>Semusim.</em> Selain itu, ia pun membuat garasinya menjadi tempat kongkow, latihan atau sekedar berbincang-bincang bagi mereka pecinta keroncong.</p>
<p>Meski usianya sudah tidak muda lagi, namun dirinya masih piawai dalam melantunkan lagu-lagu keroncong. Suaranya pun masih jernih dengan cengkok yang sulit tertandingi. Tak heran meski frekuensinya sudah mulai berkurang, ia tetap menyanggupi jika ada tawaran untuk bernyanyi keroncong. Baginya bukan hanya sekedar popularitas atau materi. Menyanyi keroncong sudah merupakan panggilan jiwa untuk melestarikan salah satu kekayaan nusantara ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/mengenal-sosok-waljinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rio Haryanto, Yang Muda Yang Berprestasi</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/rio-haryanto-yang-muda-yang-berprestasi/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/rio-haryanto-yang-muda-yang-berprestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 07:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Muda dan berprestasi, mungkin predikat tersebut memang cocok disandangkan pada pembalap muda Rio Haryanto. Bangsa Indonesia juga patut bangga memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muda dan berprestasi, mungkin predikat tersebut memang cocok disandangkan pada pembalap muda Rio Haryanto. Bangsa Indonesia juga patut bangga memiliki seorang pemuda yang telah membesarkan nama Indonesia dengan sejumlah prestasi yang telah ia torehkan di landasan pacu. Banyak orang juga memprediksi bahwa pemuda kelahiran Solo, 22 Januari 1993 ini akan menjadi pembalap andalan Indonesia nantinya.</p>
<p>Rio Haryanto memang bukan pemuda biasa. Putra bungsu dari pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Peniwati ini sudah sangat akrab dengan dunia balap. Rio, begitu panggilan Rio Haryanto, sejak kecil sudah sering diajak ayahnya menyaksikan sang ayah menyetir mobil di lintasan balap. Tak heran di usianya yang muda ini, sudah banyak prestasi yang ia raih.</p>
<p>Rio mengawali kariernya di dunia balap sejak usia 6 tahun. Ia aktif dalam beragam kejuaraan di arena karting. Beragam gelar juara tingkat lokal maupun nasional berhasil ia raih. Saat ia berusia 8 tahun, Rio berhasil menyabet gelar juara gokart ditingkat ASEAN dalam ASEAN Kart Festival. Rio termasuk pembalap muda yang menjanjikan. Dalam kejuaraan Formula Asia 2.0 tahun 2008, ia menempati urutan pertama kategori Asia dan urutan ketiga kategori Internasional.</p>
<p>Saat ini pembalap muda yang tergabung dalam tim Manor Motorsport sedang berjuang di ajang Formula BMW Pasifik. Banyak yang memprediksi Rio Haryanto akan meraih sukses dia ajang ini. maklum saja, pembalap muda ini sudah memperoleh 208 poin dan saat ini memimpin klasemen kejuaran Formula BMW Pasifik.</p>
<p>Selain bermukim di Solo, Jawa Tengah, Rio Haryanto memilih untuk tinggal di negara tetangga Singapura. Hal ini bukan karena ketidakcintaanya terhadap tanah air, melainkan sebagai langkah untuk memfokuskan dirinya untuk lebih baik lagi mengingat fasilitas yang tersedia disana. Menurutnya, nasionalisme tidak bisa diukur hanya karena tempat tinggal. Terbukti meskipun bermukim di negara lain, Rio Haryanto masih tetap berkomitmen untuk terus berjuang membela bangsa dan tanah air.</p>
<p>Meskipun sudah mendulang prestasi yang cukup banyak, Rio tetap merasakan beratnya tanggung jawab yang ia pikul. Terlebih saat ini banyak masyarakat maupun perusahaan yang mendukung baik secara moril maupun materil untuk langkahnya menjadi juara. Ketakutan akan kegagalan pastinya menghantui dirinya, terlebih sudah banyak orang yang menaruh harapan padanya. Meskipun berat, optimisme dan kerja keras terus ia pupuk demi menjalankan tugas membela nama bangsa di kancah Internasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/rio-haryanto-yang-muda-yang-berprestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
