<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia &#187; Museum</title>
	<atom:link href="/category/museum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.palingindonesia.com</link>
	<description>Ragam Budaya Indonesia - Artikel Kebudayaan Indonesia - Seni Budaya Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Oct 2012 08:57:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenang Agresi Militer Belanda di Museum Brawijaya</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/mengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/mengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2012 02:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6407</guid>
		<description><![CDATA[Merdeka atau mati, ya itulah kata-kata yang menjadikan bangsa ini menjadi bersatu melawan penjajahan. Daerah-daerah yang kala itu masih belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Merdeka atau mati, ya itulah kata-kata yang menjadikan bangsa ini menjadi bersatu melawan penjajahan. Daerah-daerah yang kala itu masih belum berkembang menjadi pusat penjajahan bangsa lain. Belanda menjajah negeri ini selama 3,5 abad, sungguh angka yang sangat lama untuk sebuah kebebasan. Jepang menjajah kita selama 3,5 tahun yang sesungguhnya menjadi cikal bakal pergolakan menuju kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Kala itu Belanda sempat melakukan agresi militernya di tahun 50 an, tak hanya sekali tetapi agresi itu dilakukan dua kali. Rakyat Indonesia yang pada waktu itu masih hidup dalam kesederhanaan mampu untuk bersatu melawan penjajah demi satu tujuan yakni kemerdekaan. Inilah yang menjadi asal usul berdirinya Museum Brawijaya Malang. Museum ini didirikan untuk mengenang segal pergolakan rakyat ketika melawan Belanda dalam agresi militernya.</p>
<p>Museum Brawijaya terletak di pusat Kota Malang, tepatnya berada di daerah yang dulunya menjadi sentral pembangunan masa Belanda yakni Jalan Ijen Malang. Tak hayal sampai sekarang pun kawasan ini masih kental dengan nuansa Belanda, mulai dari bangunan rumah sampai pada system tata kota. Museum Brawijaya dibangun atas prakarsa oleh brigjen TNI (Purn) Soerachman Pengdam VIII/BRW Tahun 1959 – 1962 dengan motto &#8220;CITRA UTHA PANA CAKRA (cahaya yang membangkitkan semangat)&#8221;. Ketika kita memasuki area museum, semangat patriotisme akan bertambah tinggi demi nusa dan bangsa.</p>
<p>Koleksi yang ada di MuseumBrawijaya masih terawat dengan baik, walaupun barang peninggalannya sudah berumur tua. Di depan museum itu dipajang koleksi Tank yang digunakan pada pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya. Kemudian ada senjata penangkis Serangan Udara yang disita oleh BKR pada September 1945 dari tangan Tentara Jepang. Meriam Cannon 3,5 Inch yang diberi nama Si Buang disita oleh TKR di Desa Gethering Gresik dari Tentara Belanda pada 10 Desember 1945. Kemudian Tank AMP-TRACK yang digunakan dalam pertempuran pejuang TRIP.</p>
<p>Koleksi yang paling menyimak perhatian adalah gerbong maut, gerbong ini merupakan kereta barang yang digunakan untuk mengangkut 100 Pejuang Indonesia dari Bondowoso ke Surabaya dalam keadaan pintu tertutup rapat dan tanpa ada lubang angin, dank ala itu menewaskan hampir seluruh penumpang dan menyisakan 12 orang selamat. Begitu tinggi semangat para pejuang kemerdekaan kita hingga nafas terakhir menjadi taruhannya. Pemerintah daerah setempat juga membangun makam pahlawan yang berada disekitar daerah museum.</p>
<p>Koleksi foto juga menjadi barang yang terawat di museum ini. Foto tersebut memperlihatkan kondisi pejuang saat melawan penjajahan Belanda, serta dokumentasi Kota Malang pada jaman dahulu. Semoga dengan adanya museum ini, semangat generasi muda untuk selalu membangun bangsa semakin tinggi berkobar, paling tidak yakni merawat keberadaan museum dengan baik karena sesuai semboyan Bung Karno kala itu “JASMERAH” jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.</p>

<a href='/mengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya/musium-brawijaya-malang/' title='musium brawijaya malang'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/10/musium-brawijaya-malang-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="musium brawijaya malang" title="musium brawijaya malang" /></a>
<a href='/mengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya/gerbongmautmalang/' title='gerBongMautmalang'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/10/gerBongMautmalang-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="gerBongMautmalang" title="gerBongMautmalang" /></a>
<a href='/mengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya/bbr/' title='bbr'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/10/bbr-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bbr" title="bbr" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/mengenang-agresi-militer-belanda-di-museum-brawijaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Bandung untuk Dunia (Museum Konferensi Asia Afrika)</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2012 09:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budiana Yusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=6024</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas, ketika kita melewati gedung Merdeka di jalan Asia Afrika kota Bandung , gedung tersebut tampak sepi kecuali beberapa orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fsemangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fsemangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sekilas, ketika kita melewati gedung Merdeka di jalan Asia Afrika kota Bandung , gedung tersebut tampak sepi kecuali beberapa orang yang berfoto di depan gedung yang memiliki arsitektur kuno yang unik tersebut. Tapi cobalah buka sebuah pintu yang berada di sebelah kiri gedung tersebut, maka seketika Anda akan merasa bangga menjadi warga Indonesia. Bagaimana tidak, di dalam gedung yang disulap menjadi sebuah museum dengan interior megah tersebut kita bisa mengetahui kesuksesan Indonesia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika yang menjadi inspirasi kemerdekaan dan perdamaian negara – negara di Asia dan Afrika.</p>
<p>Saat itu Indonesia menjadi negara pertama yang sukses menyeleggarakan konferensi bertaraf internasional pasca era kolonial. Sebanyak 29 pemimpin negara di Asia dan Afrika menghadiri konferensi tersebut. Acara diawali dengan upacara pembukaan tanggal 18 April 1955 yang dilaksanakan di Gedung Merdeka. Para pemimpin negara berjalan kaki secara berkelompok dari hotel Homann dan hotel Preanger menuju lokasi acara di sambut meriah ribuan rakyat yang berderet disepanjang jalan Asia – Afrika, peristiwa ini kemudian dikenal dengan istilah The Bandung Walks / Historical Walks.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/gedung-merdeka/" rel="attachment wp-att-6027"><img class="size-medium wp-image-6027" src="/wp-content/uploads/2012/09/Gedung-Merdeka-300x200.jpg" alt="Gedung Merdeka" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Interior Museum KAA</p></div>
</dt>
</dl>
<p style="text-align: left;"> <span style="text-align: left;">Setelah melalui beberapa sidang kemudian disepakati sebuah komunike bersama sebagai keputusan konferensi pada tanggal 24 April 1955 yang dikenal dengan Dasa Sila Bandung yang intinya mengenai prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Konferensi ini kemudian mengilhami terbentuknya Gerakan Non Blok pada tahun 1961.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Gedung yang digunakan sebagai museum Konferensi Asia Afrika sebenarnya berbeda dengan gedung Merdeka yang merupakan tempat berlangsungnya konferensi. Karena letaknya bersebelahan kemudian kedua gedung ini dihubungkan dengan sebuah koridor sehingga menjadi saling menyatu. Gedung yang digunakan sebagai museum Konferensi Asia Afrika dibangun pada tahun 1940 oleh Arsitek A.F. Aalbers sedangkan gedung Merdeka pada awalnya bernama Societiet Concordia yang dibangun pada tahun 1895 oleh 2 orang arsitek Belanda Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="text-align: left;">Pendirian Museum KAA merupakan gagasan dan prakarsa Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmaja, SH.,LL.M. Sebagai Menlu RI (1978-1988). Gagasan tersebut di dukung penuh oleh Presiden Soeharto hingga kemudian dapat terwujud dan diresmikan pada 24 April 1980 saat puncak HUT 25 Konferensi Asia-Afrika. </span>Ruangan museum ini di bagi menjadi beberapa bagian, diantaranya terdapat Ruang Pameran Tetap, Ruang Pameran Tidak Tetap, Ruang Audio Visual, Perpustakaan dan Ruangan Gedung Merdeka tempat berlangsungnya Konferensi.</p>
<p style="text-align: left;">Di dalam Ruang Pameran Tetap dipamerkan foto-foto dan berbagai artikel yang berkaitan dengan Konferensi, mulai dari pertemuan – pertemuan pendahuluan hingga puncak Konferensi. Display Foto – foto tersebut ditata dengan apik dipadukan dengan tata lampu yang cantik sehingga terlihat megah.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="attachment_6029" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/interior-museum-kaa/" rel="attachment wp-att-6029"><img class="size-medium wp-image-6029" src="/wp-content/uploads/2012/09/Interior-Museum-KAA-300x200.jpg" alt="Interior Museum KAA" width="300" height="200" /></a>[/caption]</p>
<p style="text-align: left;"><span style="text-align: left;">Di dalam Ruang Pameran Tidak Tetap kita akan memperoleh informasi mengenai profil negara – negara Asia – Afrika. Di pamerkan pula berbagai barang antik yang di gunakan saat itu seperti telepon, mesin tik, kursi rotan dan lain-lain. Uniknya, telepon kuno yang dipajang bisa kita angkat dan kita bisa mendengarkan replika percakapan telepon dari Presiden Yugoslavia Joseph Broz Tito dengan Presiden Soekarno.</span></p>
<p style="text-align: left;">Ruang Audio Visual dibuat pada tahun 1985 atas prakarsa Abdullah Kamil. Di ruangan audio visual ini pengunjung bisa menyaksikan film dokumenter mengenai Konferensi Asia Afrika. Atas prakarsa beliau pulalah kemudian di buat perpustakaan di salah satu ruangan museum. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku mengenai sejarah, sosial, politik, dan budaya negara-negara Asia Afrika.</p>
<p style="text-align: left;">Ruangan utama tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika juga bisa kita kunjungi. Di dalam ruangan megah yang merupakan ruangan utama gedung Merdeka tersebut kita bisa melihat bendera negara – negara Asia Afrika berderet dibelakang podium. Di sisi kanan podium terdapat Gong Perdamaian yang dibuat untuk memperingati 50 tahun Konferensi Asia Afrika tahun 2005 lalu.</p>
<p style="text-align: left;">
<div id="attachment_6030" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/ruangan-utama-gedung-merdeka/" rel="attachment wp-att-6030"><img class="size-medium wp-image-6030" src="/wp-content/uploads/2012/09/Ruangan-Utama-Gedung-Merdeka-300x198.jpg" alt="Ruangan Utama Gedung Merdeka" width="300" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Ruangan Utama Gedung Merdeka</p></div>
<p style="text-align: left;"><span style="text-align: left;">Sekali lagi kita patut berbangga, keberadaan museum Konferensi Asia Afrika ini menjadi saksi keberhasilan politik luar negeri Indonesia. Sebagai pemrakarsa dan tuan rumah konferensi, prestise Indonesia meningkat dan mulai diperhitungkan dalam kancah Internasional. Meskipun saat itu baru beberapa tahun kita merdeka, namun telah mampu menyelenggarakan event internasional yang menghasilkan sebuah kesepakatan yang menjadi acuan politik dan masa depan bangsa – bangsa di Asia dan Afrika. Hingga kini “Semangat Bandung” masih menjadi inspirasi bagi bangsa – bangsa di dunia.</span></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan Menyenangkan di Museum Persada Soekarno</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/jalan-jalan-menyenangkan-di-museum-persada-soekarno/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/jalan-jalan-menyenangkan-di-museum-persada-soekarno/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2012 06:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5706</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa Indonesia perlu bangga mempunyai seorang Soekarno, Ya.. seorang yang dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dari masa kolonialisme Belanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fjalan-jalan-menyenangkan-di-museum-persada-soekarno%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fjalan-jalan-menyenangkan-di-museum-persada-soekarno%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bangsa Indonesia perlu bangga mempunyai seorang Soekarno, Ya.. seorang yang dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dari masa kolonialisme Belanda dan Jepang. Soekarno muda berjuang dengan gigih untuk membuat bangsa ini maju dan tidak tertindas dari kaum penjajah, perjuangannya baik melalui jalur diplomasi dan pertempuran membawa Negara yang kaya ini mendapat kemerdekaan utuh.</p>
<p>Soekarno kecil dilahirkan di Jawa Timur, tepatnya didesa kecil yang sekarang bernama Kota Blitar. Kota inipun sekarang menjadi tempat dimakamkannya sang Proklamator kemerdekaan Indonesia. Blitar termasuk dalam Kota kecil yang asri, letaknya yang berdekatan dengan gunung kelud menjadikan potensi pertanian berkembang subur dengan baik. Di Kota ini pula Soekarno kecil menghabiskan waktunya kala itu, sampai menjadi seorang pejuang kemerdekaan bangsa ini.</p>
<p>Tanggal 3 Juli 2004, Megawati Soekarnoputri yang merupakan anak dari sang Proklamator, meresmikan sebuah museum di wilayah Blitar, dan diberinama museum Persada Soekarno. Museum ini didirikan untuk mengenang segala jasa Bung Karno, termasuk juga kompleks pemakaman sang Pejuang. Museum ini lebih tepatnya terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar Jawa Timur, berada di lahan seluas 1,8 hektar. Dengan tempat yang strategis di tengah Kota Blitar, semakin membuat kompleks ini menjadi lebih lengkap dan menyenangkan.<br />
<a href="/jalan-jalan-menyenangkan-di-museum-persada-soekarno/museum-bung-karno1/" rel="attachment wp-att-5820"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5820" src="/wp-content/uploads/2012/08/museum-bung-karno1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Selain melihat dan berziarah ke makam, kita bisa melihat segala sesuatu tentang Bung Karno, mulai dari lukisan-lukisan, buku bacaan, serta buku referensi yang memang sering digunakan Bung Karno kala itu. Semua masih tertata dan tersimpan rapi dalam lemari-lemari museum Persada Soekarno. Dalam kompleks museum ini juga, kita dapat melihat benda-benda peninggalan era Bung Karno, seperti baju atau seragam yang pernah dikenakan beliau, segala perabotan meja kursi, pernak – pernik berupa keris, serta poto-poto beliau saat berjuang mengatasi penjajah.</p>
<p>Sangat menarik memang berwisata sekaligus mengenang Sang Proklamator, selain menikmati indahnya Kota Blitar, kita juga dibawa dalam suasana Histori yang dalam tentang Bung Karno. Seperti yang dikatakan beliau bahwa Negara yang maju yakni Negara yang tidak melupakan sejarah, atau Bung Karno menyebutnya dengan “Jasmerah” (jangan sekali-sekali melupakan sejarah). Dengan pembangungan museum ini, diharapkan bangsa Indonesia yang besar ini mengetahui bagaimana sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap berkunjung ke Blitar, nuansa histori dari Bung Karno selalu muncul, penasaran kan.. silahkan membuktikan dan selamat menikmati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/jalan-jalan-menyenangkan-di-museum-persada-soekarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>350 Tahun Kekuasaan Belanda Berakhir di Rumah Ini</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/350-tahun-kekuasaan-belanda-berakhir-di-rumah-ini/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/350-tahun-kekuasaan-belanda-berakhir-di-rumah-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2012 02:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budiana Yusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Subang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=4961</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bagaimana akhir kisah Belanda yang sudah bercokol lebih dari 3.5 abad bisa angkat kaki dari bumi pertiwi ? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2F350-tahun-kekuasaan-belanda-berakhir-di-rumah-ini%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2F350-tahun-kekuasaan-belanda-berakhir-di-rumah-ini%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tahukah Anda bagaimana akhir kisah Belanda yang sudah bercokol lebih dari 3.5 abad bisa angkat kaki dari bumi pertiwi ? Rumah kecil ini akan menceritakan segalanya.</p>
<p>70 tahun silam, tepatnya tanggal 8 Maret 1942 kekuasaan Belanda yang telah menguasai bumi pertiwi selama 350 tahun berakhir begitu saja di sebuah rumah kecil di dalam komplek Lanud Suryadharma Kalijati, Subang, Jawa Barat. Hari itu, Belanda menyerahkan kekuasaannya di nusantara kepada Jepang yang baru beberapa hari mendarat di Pulau Jawa. Peristiwa yang terjadi tak lebih dari 10 menit itu menjadi hal yang memalukan bagi bangsa Belanda sekaligus menjadi awal beralihnya penjajahan di Indonesia ke tangan Jepang.</p>
<p>Rumah yang menjadi saksi sejarah tersebut, saat ini dikenal dengan nama rumah sejarah. Rumah yang dibangun sekitar tahun 1917 itu diresmikan sebagai museum pada tanggal 21 Juli 1986. Di dalam ruang tamu di rumah berukuran 10 x 10 meter ini terdapat sebuah meja kayu dengan alas kotak-kotak hitam putih dengan delapan kursi kuno yang dahulu menjadi tempat perundingan.</p>
<p>Masih di dalam ruangan yang sama juga terdapat pula lukisan, foto–foto kuno, pedang, jam dinding, dan benda-benda kuno lainnya termasuk sebuah prasasti dari marmer sebagai peringatan pendaratan pasukan Jepang di Pulau Jawa. Selain itu di rumah tersebut juga masih terdapat 3 ruangan lainnya yang dindingnya dipenuhi foto-foto bersejarah terkait peristiwa penyerahan kekuasaan dan keadaan Lanud Suryadharma</p>
<p>Satu lokasi dengan Rumah Sejarah Kalijati juga terdapat Museum Amerta Dirgantara Mandala. Museum ini menjadi &#8220;museum hidup&#8221; dengan maksud untuk menampung dan memelihara pesawat yang telah dihapus dari kekuatan TNI AU sehingga pesawat tersebut tetap dapat diterbangkan.</p>
<p>Pesawat–pesawat kuno yang masih dapat diterbangkan ini tertata rapi di hangar. Di sudut lain museum ini terdapat ruang pameran sejarah perkembangan Sekolah Penerbangan di Indonesia dari awal hingga sekarang, yaitu berupa foto-foto dan benda-benda bernilai sejarah peninggalan Sekolah Penerbangan yang disusun secara sistematis.</p>
<p>Gedung–gedung dan perumahan kuno yang terdapat di Kompleks Lanud ini menjadi pemandangan menarik, terutama bagi pecinta wisata sejarah. Selain banyak dikunjungi oleh pelajar, sering juga turis dari Belanda dan Jepang yang berkunjung ke sini, biasanya mereka memiliki hubungan historis dengan tempat ini. Para mantan tentara Jepang yang berkunjung biasanya berdoa di makam rekan mereka Sersan Kinoshita yang gugur saat perang melawan Belanda. Kini makam tersebut dijadikan monumen.</p>
<p>Lokasi wisata sejarah ini terletak kira-kira 15 km arah barat pusat kota Subang. Jaraknya dari Jakarta sekitar 140 km atau sekitar 2,5 jam perjalanan. Dari Jakarta arahkan kendaraan Anda melalui tol Cikampek kemudian keluar dari pintu tol Sadang dan menuju ke Subang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/350-tahun-kekuasaan-belanda-berakhir-di-rumah-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unik dan  Menariknya Museum Mulawarman</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/unik-dan-menariknya-museum-mulawarman/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/unik-dan-menariknya-museum-mulawarman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 07:51:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5265</guid>
		<description><![CDATA[Bila anda berkesempatan mengunjungi Kabupaten terkaya di Indonesia, Kutai kartanegara di Kalimantan timur. Tak lengkap jika tidak mengujungi Museum Mulawarman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Funik-dan-menariknya-museum-mulawarman%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Funik-dan-menariknya-museum-mulawarman%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bila anda berkesempatan mengunjungi Kabupaten terkaya di Indonesia, Kutai kartanegara di Kalimantan timur. Tak lengkap jika tidak mengujungi Museum Mulawarman yang kaya akan peninggalan sejarah kerajaan Mulawarman.</p>
<p>Museum Mulawarman yang sebelumnya adalah bangunan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ini didirikan pada tahun 1932 oleh Pemerinta Belanda yang menyerahkan Keraton kepada Sultan Adji Muhammad Parikesit pada tahun 1935. Bahan bangunannya didominasi terbuat dari beton, mulai ruang bawah tanah, lantai, dinding, penyekat hingga atap.</p>
<p>Museum Mulawarman salah satu obyek wisata sejarah yang ada di Kota Tenggarong Kutai Kartanegara,.Museum Mulawarman merupakan Istana Kutai Kartanegara yang di bangun pada tahun 1963. Museum Mulawarman telah mengalami pembangunan renovasi besar, setelah terjadinya kebaran yang menimpaMuseum Mulawarman, dan bangunan ini sebagai penggantinya. Dan diresmikan pada tanggal 25 November 1971 oleh Gubernur Abdul Wahab Sjahranie, setelah itu diserahterimakan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 18 Febuari 1976.</p>
<p>Selain benda-benda purbakan peninggalan kerajaan, Di dalam lingkungan Kesultanan terdapat pemakaman keluargaKerajaan Kutai Kartanegara dan Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin, hal ini merupakan bukti saksi sejarah masuk dan berkembangnya Islam di tempat ini. Walaupun di era kerajaan Kutai yang konon sebagai kerajaan tertua di Indonesia menganut agama Hindu</p>
<p>Di area Museum Mulawarman kini telah dibangun Alas Kedaton sebagai tempat kediaman Sultan Aji Muhammad Salehuddin II yang telah dinobatkan kemabli pada tahun 2002. Di dalam Museum Mulawarman tersimpan benda-benda sejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti singgahsana, pakaian kebesaran, tempat peraduan, tombak, keris, meriam, kalung dann prasasti Yupa, tidak ketinggalan koleksi keramik dari China.</p>
<p>Jika anda ingin melihat keunikan barang-barang peningggalan sejarah Kerajaan kutai yang terismpan di museum Mulawarman seperti:<br />
1. Singgasana, sebagai tempat duduk Raja dan Permaisuri yang terbuat dari kayu, dudukan dan sandarannya diberi lapisan kapuk yang berbungkus dengan kain berwarna kuning, sehingga tempat duduk dan sandaran kursi tersebut terasa lembut. Kuryang dibuat dengan gaya Eropa, dan pembuatnya salah seorang Belanda bernama Ir. Vander Lube pada tahun 1935.<br />
2. Patung Lembuswana yang merupakan lambang dari Kesultanan Kutai, di buat di Birma pada tahun 1850 dan tiba di Istana Kutai pada tahun 1900. Lembu Swana diyakini sebagai tunggangan Batara Guru, nama lainnya adalah Paksi Liman Janggo Yoksi, yang berarti lembu yang bermuka gajah, bersayap burung, bertanduk seperti sapi, bertaji dan berkuku seperti ayam jantan, berkepala raksasa dilengkapi pula dengan berbagai jenis ragam hias yang dijadikan patung ini terlihat indah.<br />
3. Kalung Uncal, benda yang merupakan atribut dan benda kelengkapan kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara yang dipergunakan pada waktu penobatan Sultan Kutai menjadi Raja pada waktu Sultan merayakan hari kelahirannya, dan penobatan Sultan serta acara sakral lainnya.<br />
4. Meriam sapu jagad peninggalan VOC Belanda.<br />
5. Seperangkat alat kesenian tradisional gamelan dari Kraton Yogyakarta 1855.<br />
6. Arca Hindu.<br />
7. Ulap Doyo, hasil kerajinan Suku Dayak Benuaq.<br />
8. Duplikat Prasasti Yupa, disini hanya disimpan dan dipajang duplikatnya saja, sedangkan untuk yang aslinya disimpan di Musium Nasional di Jakarta.Prasasti Yupa adalah prasasti yang ditemukan dibukit Brubus, Kecamatan Muara Kaman, ke-7 (tujuh) prasati ini menandakan dimulainya jaman sejarah Indonesia yang merupakan bukti tertulis pertama yang ditemukan berupa aksara pallawa dalam bahasa sanskerta.</p>
<p>Tentunya masih banyak benda-benda sejarah lainnya, jika anda penasaran, silahkan membuktikan keunikan Museum Mulawarman ke Kota Raja yakni Tenggarong.<br />
<a href="/unik-dan-menariknya-museum-mulawarman/museum/" rel="attachment wp-att-5266"><img class="alignleft size-full wp-image-5266" src="/wp-content/uploads/2012/07/museum.jpg" alt="" width="276" height="182" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/unik-dan-menariknya-museum-mulawarman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Gedung Pancasila Jakarta Tempat Lahirnya Pancasila</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/mengunjungi-gedung-pancasila-jakarta-tempat-lahirnya-pancasila/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/mengunjungi-gedung-pancasila-jakarta-tempat-lahirnya-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2012 09:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jonoichi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5360</guid>
		<description><![CDATA[Jumat 1 juni kemarin adalah hari yang bersejarah bagi bangsa ini karena pada hari tersebut bertepatan dengan hari lahirnya pancasila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmengunjungi-gedung-pancasila-jakarta-tempat-lahirnya-pancasila%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmengunjungi-gedung-pancasila-jakarta-tempat-lahirnya-pancasila%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Jumat 1 juni kemarin adalah hari yang bersejarah bagi bangsa ini karena pada hari tersebut bertepatan dengan hari lahirnya pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia, peristiwa bersejerah tersebut terjadi tepatnya pada tanggal 1 juni 1945 di gedung yang terletak di Jalan Pejambon 6 yang dahulu pada masa kolonial Belanda bernama gedung Volksraad (Dewan Rakyat). Gedung Volksraad saat ini dikenal sebagai Gedung Pancasila dan sekarang menjadi bagian dari kompleks bangunan Gedung Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.</p>
<p><strong>Sejarah Sidang BPUPK</strong><br />
Anggota BPUPK terdiri dari 62 orang bangsa Indonesia, termasuk 4 orang dari golongan keturunan China, Arab, dan Belanda ditambah 7 anggota istimewa bangsa Jepang. Badan ini diketuai oleh Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat, dibantu dua Wakil Ketua yaitu seorang Jepang bernama Yoshido Ichibangse dan R.P.Soeroso. Ketua BPUPK mengajukan pertanyaan kepada sidang mengenai “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk?”</p>
<p>Pertanyaan ini pada hakekatnya memberi peluang dan kesempatan kepada para anggota untuk menghindari kemauan pihak Jepang yang meminta BPUPK untuk lebih dahulu mengadakan persiapan-persiapan secara terperinci, sebelum membicarakan tentang Dasar Negara Indonesia Merdeka.</p>
<p>Pada tanggal 1 Juni 1945, anggota BPUPK Ir. Soekarno mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan Ketua tersebut dan kesempatan itu juga digunakan untuk menanggapi uraian pembicara-pembicara sebelumnya. Jawaban Ir. Soekarno berisi lima sila yang diusulkan untuk dijadikan Dasar Negara Indonesia Merdeka. Kelima Sila tersebut adalah: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.</p>
<p>Pidato tersebut telah mendapat sambutan hangat dari segenap anggota BPUPK. Menurut notulen rapat dicatat sebagai tepuk tangan yang “riuh”, “riuh rendah” dan “menggemparkan”. Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi “Lahirnya Pancasila,” dan “telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada dibawah pengawasan keras dari Pemerintah Balatentara Jepang”.</p>
<p>Sebagai seorang yang mengikuti dan mendengar sendiri pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945, Dr. Radjiman Wedyodiningrat juga menyatakan bahwa “Lahirnya Pancasila” ini adalah buah “rekaman stenografis” dari pidato Bung Karno yang diucapkan dengan tidak tertulis dahulu dalam sidang yang pertama pada tanggal 1 Juni 1945 ketika sidang membicarakan “Dasar Negara kita” sebagai penjelmaan dari angan-angannya. Tentunya kalimat-kalimat sesuatu pidato yang tidak tertulis dahulu kurang sempurna tersusunnya, tetapi yang penting ialah isinya.</p>
<p>Menanggapi pidato 1 Juni 1945, bekas Wakil Ketua BPUPK Yoshido Ichibangse dalam laporannya yang disimpan di salah satu arsip resmi di Amsterdam menulis bahwa “Mayoritas kaum nasionalis menuntut kemerdekaan sekarang, sekalipun persiapannya belum sempurna, kata Ir. Soekarno. Kemerdekaan adalah ibarat jembatan. Di seberang jembatan kita sempurnakan masyarakat kita. Saya mendapat kesan bahwa Ir. Soekarno akan memutuskan hubungan dengan Jepang apabila Jepang tidak segera memberikan kemerdekaan pada Indonesia”.</p>
<p>Dengan kata-kata lain, bekas Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat menyatakan bahwa “memang jiwa yang berhasrat merdekatak mungkin dikekang-kekang”, dan bahwa “selama Fasisme Jepang berkuasa di negeri kita, Ide Demokrasi tersebut tak pernah dilepaskan oleh Bung Karno, selalu dipegangnya teguh-teguh dan senantiasa dicarikannya jalan untuk mewujudkannya.<br />
Sumber = http://www.kemlu.go.id/Pages/HistoricalBuilding.aspx?IDP=1&amp;l=id</p>
<p>Ini adalah catatan perjalanan saya bersama komunitas historia Indonesia mengunjungi tempat-tempat bersejarah dalam rangka napak tilas di wilayah Weltevreden atau wilayah yang sekarang Letaknya kini di sekitar Sawah Besar, Jakarta Pusat yang membentang dari RSPAD Gatot Subroto hingga Museum Gajah. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Weltevreden merujuk kepada hampir seluruh daerah Jakarta Pusat sekarang.</p>
<p><strong>Halaman Gedung Pancasila</strong><br />
Setibanya di halaman gedung pancasila akan terlihat areal kecil di depan Gedung Pancasila di areal ini terdapat bendera merah putih yang gagah berkibar ada yang menarik di belakang tiang bendera ini terdapat pohon zaitun hadiah tanda persahabatan dari pangeran Arab saat berkunjung ke gedung ini dan sebuah prasasti sebagai bentuk penghargaan bagi pahlawan yg telah berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Berlanjut ke teras dari gedung ini terdapat sebuah meriam kecil berdiri di samping kanan pintu masuk Gedung Pancasila</p>
<p><strong>Ruang Depan Gedung Pancasila</strong><br />
Setelah memasuki gedung tepatnya di ruang depan dari gedung ini terdapat lukisan besar dari presiden pertama RI Ir Soekarno. Pengunjung pun dengan bergntian memanfaatkan momen ini untuk megabadikan gambar bersama salah satu presiden RI yang karismatik ini.</p>
<p>Berjalan sedikit ke dalam terdapat lukisan para tokoh-tokoh yang ikut dalam sidang BPUPK tahun 1945 diantaranya terdapat Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Muhammad Yamin</p>
<p><strong>Ruang Samping Gedung Pancasila</strong><br />
Ruangan yang terdapat meja yang cukup panjang di ruangan ini serta terdapat pula dokumen-dokumen dari sidang BPUPK dahulu.</p>
<p><strong>Ruang Belakang Gedung Pancasila</strong><br />
Setelah mengunjugi ruangan demi ruangan dalam gedung ini tibalah dibagian akhir dari gedung ini yaitu bagian belakang ruangan yang dahulu digunakan sebagai tempat sidang BPUPK terlihat dari peninggalan berupa meja yang sempat digunkan oleh Bung Karno saat mengikuti sidang</p>
<p>Sekarang ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk pihak kementrian luar negeri memberikan konferensi pers, diruangan ini juga terdapat bendera-bendera dari negara sahabat.</p>
<p>Demikian catatan perjalanan saya mengunjungi gedung pancasila, terlepas dari pentingnya pancasila sebagai dasar neara Indonesia sudah selayaknya kita sebagi orang Indoensia agar tetap menjaga nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, karena sejarah telah mencatat banyak gerakan-gerakan yang ingin menggantikan ideoogi ini dengan ideologi lain tapi pada keenyataanya sampai sekarang Pancasila sebagia ideologi bangsa masih tetap terjaga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/mengunjungi-gedung-pancasila-jakarta-tempat-lahirnya-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Tugu Pahlawan, Surabaya</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/museum-tugu-pahlawan-surabaya/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/museum-tugu-pahlawan-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2012 02:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dwi Fatrianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=5273</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Komunitas Sejarah di Surabaya bernama Roodebrug Soerabaia (Roodebrug = Jembatan Merah, dalam bahasa belanda) secara berkala melakukan kegiatan Heritage [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmuseum-tugu-pahlawan-surabaya%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmuseum-tugu-pahlawan-surabaya%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebuah Komunitas Sejarah di Surabaya bernama <em>Roodebrug Soerabaia</em> (Roodebrug = Jembatan Merah, dalam bahasa belanda) secara berkala melakukan kegiatan <em>Heritage Walk </em>di Surabaya. Tujuannya untuk mengingat kembali sejarah perjuangan <em>Arek &#8211; Arek Suroboyo</em> pada tahun 1945. Pada kesempatan ini mereka melakukannya di Museum Tugu Pahlawan yang letaknya dibawah Monumen  Tugu Pahlawan. Pada kesempatan ini para penggiat sejarah ini berbagi cerita dengan anak &#8211;  anak TK di Surabaya mencoba memperkenalkan kembali apa saja yang ada dalam Museum Tugu Pahlawan.</p>
<p>Kegiatan ini biasanya dilakukan pada hari minggu, dengan berseragam ala tentara tahun 1945, mereka mengajak anak &#8211;  anak TK untuk melihat koleksi yang dimiliki oleh Museum Tugu Pahlawan tentu saja dengan cerita &#8211; cerita heroik yang pernah ketika Terjadi Perang 10 Nopember 1945. Dalam Museum Tugu Palawan terdapt berbagai koleksi persenjataan yang digunakan dalam perang kemerdekaan dari era tahun 1945 &#8211; 1949. Selain itu muesum ini dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan peristiwa &#8211; peristiwa heroik pada masa Perang 10 Nopembr di Surabaya. Selain itu terdapat ruang audio visual yang menayangkan film dokumenter Perang 10 Nopember.</p>
<p>Anda yang datang ke Surabaya wajib datang ke Museum ini baik untuk sekedar foto di depan Tugu Pahlawan dan juga melihat &#8211; lihat koleksi museum yang cukup lengkap sehingga keingintahuan kenapa Surabaya disebut Kota Pahlawan dapat terjawab dengan mengunjungi museum ini.</p>
<p>MERDEKA!!!</p>

<a href='/museum-tugu-pahlawan-surabaya/img_3205/' title='Berkumpul ditengah - tengah museum'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/07/IMG_3205-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Berkumpul ditengah - tengah Museum Sepuluh Nopember" title="Berkumpul ditengah - tengah museum" /></a>
<a href='/museum-tugu-pahlawan-surabaya/img_3195/' title='Mendengar Penjelasan Tentang Peristiwa Insiden Bendera'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/07/IMG_3195-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Mendengar Penjelasan Tentang Peristiwa Insiden Bendera" title="Mendengar Penjelasan Tentang Peristiwa Insiden Bendera" /></a>
<a href='/museum-tugu-pahlawan-surabaya/img_3193/' title='Masuk ke ruang diorama'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/07/IMG_3193-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Masuk ke ruang diorama" title="Masuk ke ruang diorama" /></a>
<a href='/museum-tugu-pahlawan-surabaya/img_3181/' title='Mendengar Penjelasan Tentang Pelaku Perang 10 Nopember 1945'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/07/IMG_3181-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Mendengar Penjelasan Tentang Pelaku Perang 10 Nopember 1945" title="Mendengar Penjelasan Tentang Pelaku Perang 10 Nopember 1945" /></a>
<a href='/museum-tugu-pahlawan-surabaya/img_3176/' title='Mendengar Penjelasan Tentang Patung Pejuang'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/07/IMG_3176-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Mendengar Penjelasan Tentang Patung Pejuang" title="Mendengar Penjelasan Tentang Patung Pejuang" /></a>
<a href='/museum-tugu-pahlawan-surabaya/img_3218/' title='Anak - anak TK berpose di Atas Panser Dinggo'><img width="150" height="150" src="/wp-content/uploads/2012/07/IMG_3218-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Anak - anak TK berpose di Atas Panser Dinggo" title="Anak - anak TK berpose di Atas Panser Dinggo" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/museum-tugu-pahlawan-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Jejak Sejarah di Museum Daerah Subang</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/menelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/menelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2012 03:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budiana Yusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[Subang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=4116</guid>
		<description><![CDATA[Kota Subang, Jawa Barat merupakan salah satu dari sedikit kota di Indonesia yang memiliki museum daerah. Berbagai fase sejarah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmenelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fmenelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kota Subang, Jawa Barat merupakan salah satu dari sedikit kota di Indonesia yang memiliki museum daerah. Berbagai fase sejarah yang telah dialami oleh kota ini menjadikannya memiliki banyak peninggalan sejarah. Mulai dari fosil, artefak hingga benda peninggalan masa penjajahan tertata apik di dalam museum daerah Subang.</p>
<p>Kehidupan zaman purba dan zaman pra sejarah dapat di telusuri dengan jelas. Dalam sebuah etalase dipajang berbagai koleksi fosil seperti kepala kijang purba, fosil kerang purba, fosil kayu purba, dan lain – lain. Sedangkan kehidupan manusia pada zaman pra sejarah dapat di amati dari peninggalan peralatan yang biasa di gunakan pada zaman logam, diantaranya terdapat berbagai jenis kapak, seperti kapak sepatu, kapak corong dan candrasa. Selain itu di museum ini juga terdapat bejana perunggu yang terbesar yang pernah di temukan di Indonesia, bejana ini biasa digunakan untuk upacara penyembahan nenek moyang.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="/menelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang/peninggalan-zaman-prasejarah-di-subang/" rel="attachment wp-att-4121"><img class="size-medium wp-image-4121" src="/wp-content/uploads/2012/06/Peninggalan-zaman-prasejarah-di-Subang-300x214.jpg" alt="Peninggalan Zaman Prasejarah di Subang" width="300" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">Alquran Kuno dari Kulit Binatang</p></div>
<p>Sejak zaman dahulu ternyata wilayah Subang sudah menjalin hubungan dengan dunia luar, hal ini tampak dengan ditemukannya berbagai perhiasan dan peralatan yang berasal dari luar negeri, seperti beragam keramik kuno dari China dan Thailand. Dalam etalase lain juga terdapat berbagai jenis mata uang kuno yang pernah digunakan di Indonesia.</p>
<p>Di dalam museum ini juga terdapat bukti – bukti penyebaran agama Hindu – Budha dan Islam. Patung nandi (lembu), patung Dewa Siwa (Maitreya) dan berbagai peralatan dari logam / kuningan yang biasanya digunakan pada masa Hindu – Budha terdapat di sini. Selain itu koleksi Alqur’an dari kulit binatang dan berbagai keris yang digunakan oleh para penyebar Islam saat itu juga turut di pajang.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="/menelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang/alquran-kuno-di-subang/" rel="attachment wp-att-4119"><img class="size-medium wp-image-4119" src="/wp-content/uploads/2012/06/Alquran-kuno-di-Subang-300x198.jpg" alt="Alquran Kuno dari Kulit Binatang" width="300" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Patung PW Hofland Pemilik P &amp; T Lands di Subang</p></div>
<p>Peninggalan masa penjajahan di Kabupaten Subang disimpan dalam beberapa etalase disini. Dalam sebuah etalase, dipajang berbagi senjata yang di gunakan oleh para penjajah saat itu, seperti pistol kuno, pedang VOC, bedil dorlok, keris dan lainnya. Disampingnya terdapat etalase yang memajang berbagai peralatan elektronik kuno yang di gunakan saat itu seperti telepon dan radio kuno dan peralatan rumah tangga kuno yang digunakan oleh para penjajah saat itu. Selain itu terdapat juga etalase yang memajang perlengkapan yang digunakan oleh seorang demang / pejabat pemerintah saat itu.</dt>
</dl>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="attachment_4120" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="/menelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang/patung-pw-hofland-p-t-lands-di-subang/" rel="attachment wp-att-4120"><img class="size-medium wp-image-4120" src="/wp-content/uploads/2012/06/Patung-PW-Hofland-P-T-Lands-di-Subang-200x300.jpg" alt="Patung PW Hofland Pemilik P &amp; T Lands di Subang" width="200" height="300" /></a>[/caption]Patung perunggu Peter Willem Hofland buatan tahun 1878 menjadi koleksi utama museum ini, patung “pemilik” Subang pada zamannya itu, bersanding dengan patung seorang perempuan yang dibuat tahun 1875.</p>
<p>Sekitar tahun 1833 PW Hofland dikenal sebagai saudagar kopi, hingga berhasil membuat kontrak perdagangan dengan pemerintah Hindia Belanda. Sekitar tahun 1840 Hofland menjadi salah satu pemilik perusahaan perkebunan P &amp; T Lands. Pada tahun 1858 seluruh tanah partikelir P &amp; T Lands menjadi miliknya dan pemerintah Hindia Belanda memberikan kekuasaan untuk mengangkat Demang sebagai wakil pemerintah disana. Hofland meninggal pada tahun 1872 di Subang.</p>
<p>Pada masa kekuasaannya Hofland mendirikan gedung yang diberinama Societiet. Sekitar tahun 1929 gedung ini direnovasi dan diresmikan kembali oleh Mrs. W.H. Daukes. Awalnya gedung ini didirikan sebagai tempat bersosialisasi para pejabat P &amp; T Lands, tempat pertunjukan, tempat bilyard, bowling dan golf. Sekarang gedung ini lebih dikenal dengan nama Wisma Karya. Salah satu ruangan di gedung inilah yang saat ini di fungsikan sebagai museum daerah Subang.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/menelusuri-jejak-sejarah-di-museum-daerah-subang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Batik di Pekalongan</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/belajar-batik-di-pekalongan/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/belajar-batik-di-pekalongan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 04:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aliepodja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=2058</guid>
		<description><![CDATA[Menyusuri pantai utara Jawa, kita dapat menemukan berbagai warisan budaya. Batik, yang jadi warisan dunia versi UNESCO, memiliki akar kuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fbelajar-batik-di-pekalongan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Fbelajar-batik-di-pekalongan%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Menyusuri pantai utara Jawa, kita dapat menemukan berbagai warisan budaya. Batik, yang jadi warisan dunia versi UNESCO, memiliki akar kuat di pantai utara (pantura). Pekalongan, kota di pesisir utara Jawa, adalah salah satunya. Menamakan diri “kota batik”, Pekalongan memang sudah sejak dulu dikenal sebagai salah satu sentra penghasil batik, disamping Yogyakarta dan Solo tentunya.</p>
<p>Tidak punya cukup waktu berkeliling di pusat grosir batik atau perkampungan sentra pembuatan batik, saya mencoba mengunjungi Museum Batik Pekalongan. Mentari yang membakar khas pesisir sudah mulai bergeser ke barat. Jam buka museum hampir habis, tapi sayang rasanya jika tidak berkeliling. Saya membayar tiket masuk museum Rp5.000,- di pintu masuk.</p>
<p><img src="http://ranselkecil.com/wp-content/uploads/2012/02/DSC_6086a.jpg" alt="Tampak depan Museum Batik Pekalongan " /></p>
<p>Pengunjung museum yang terletak di Jl. Jatayu ini menempati gedung peninggalan kolonial. Dahulu, gedung dipakai sebagai kantor walikota, dan kantor pabrik gula. Bangunan berlanggam art deco ini disulap menjadi museum dengan tiga ruang pamer.</p>
<p><span id="more-2058"></span><br />
Saya didampingi pemandu museum berparas ayu memasuki ketiga ruang pamer. Kain-kain batik khas pesisir Jawa di pamerkan di ruangan utama. Dari motif batik Cirebon, Pekalongan, hingga Lasem (Rembang) dapat dijumpai di sini. Canting, dan bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatannya turut pula dipamerkan.</p>
<p><img src="http://ranselkecil.com/wp-content/uploads/2012/02/DSC_6146.jpg" alt="Beberapa koleksi kain batik di Museum Batik Pekalongan" /></p>
<p>Pemandu memang melarang saya memotret dan menyentuh koleksi. Saya mengabaikan larangan pertama. Sambil berkeliling, kamera yang menempel di pinggang saya jepretkan tanpa lampu kilat. Sekedar koleksi, pikir saya singkat!</p>
<p>Saya kurang berminat di ruang pamer kedua, yang memamerkan koleksi batik istri presiden dan wakilnya. Koleksi-koleksi di ruangan ini disumbangkan pertengahan Juli tahun ini, dan saat ini masih dipamerkan. Formalitas dan pencitraan agaknya tidak terpisahkan juga di museum yang buka setiap hari pukul 9.00-15.00 WIB ini.</p>
<p>Ruang pamer terakhir menyuguhkan koleksi kain batik dengan motif-motif khas Yogyakarta dan Solo. Beberapa peristiwa lampau yang turut menyertakan batik pun ditampilkan dalam foto-foto.</p>
<p>Ruang pamer agaknya tidak dapat mengambil hati saya, keingintahuan lebih terpuaskan di selasar workshop. Setelah kompor dinyalakan, lilin-lilin mulai cair, canting-canting mungil pun mulai menari di atas kain mori.</p>
<p>Saya beruntung, bersama beberapa rekan seperjalanan, kami tidak dimintai biaya tambahan. Biasanya, pengunjung yang akan mencoba membatik harus membayar ekstra untuk workshop semacam ini.</p>
<p>Tidak mudah, itu yang saya rasakan ketika mulai menulisi kain, walaupun dengan nama saya sendiri, bukan menggambar bunga, atau motif lainnya. Lilin yang saya goreskan tidak merata, seringkali terlalu banyak di awal, menembus kain menyentuh kulit. Panas.</p>
<p><img src="http://ranselkecil.com/wp-content/uploads/2012/02/DSC_6187.jpg" alt="Peserta workshop pembuatan batik." /></p>
<p>Blok-blok motif untuk batik cetak juga tersedia, beragam motifnya. Pembilasan dan pewarnaan kain ditampilkan di museum ini dengan sederhana, mungkin sesederhana yang dilakukan para perajin batik. Museum dengan koleksi kurang lebih 1.700-an motif batik ini jelas sayang dilewatkan jika Anda punya waktu mampir disela perjalanan Anda melintasi pantura.</p>
<p><img src="http://ranselkecil.com/wp-content/uploads/2012/02/DSC_6147.jpg" alt="Canting dan malam bahan utama membatik." /></p>
<p>Bagi pecinta batik, berkunjunglah secara rutin. Setiap empat bulan koleksi akan diganti. Mengingat keterbatasan ruang pamer, tidak semua koleksi ditampilkan sekaligus, tapi bergiliran. Sayang, koleksi motif batik Semarang dan Maluku yang saya harap dapat dijumpai di sini belum ada. Mungkin lain waktu ketika saya kembali, koleksi yang saya harapkan sudah bisa dinikmati.</p>
<p>Sebelum menempuh kembali perjalanan, sempatkanlah menyeberang jalan, dan mengabadikan foto di tugu-tugu aksara bermotif batik yang membentuk kata “BATIK”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/belajar-batik-di-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Tradisi Melaut Nenek Moyang di Museum Bahari</title>
		<link>http://www.palingindonesia.com/tempat-wisata-sejarah-museum-bahari/</link>
		<comments>http://www.palingindonesia.com/tempat-wisata-sejarah-museum-bahari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 06:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Bahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.palingindonesia.com/?p=1450</guid>
		<description><![CDATA[“Bukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu. Tiada badai tiada topan kau temui. Ikan dan udang menghampiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Ftempat-wisata-sejarah-museum-bahari%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpalingindonesia.com%2Ftempat-wisata-sejarah-museum-bahari%2F&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>“Bukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu. Tiada badai tiada topan kau temui. Ikan dan udang menghampiri dirimu”</em><em> </em></p>
<p>Masih ingat penggalan lirik di atas? Ya, lirik tersebut pernah dipopulerkan oleh band lawas dalam negeri, Koes Plus. Tapi sebetulnya ada makna di balik lirik di atas yang menyiratkan bagaimana kekayaan laut di Indonesia itu sangat luar biasa. Maka tak usah heran ketika banyak penduduk di Tanah Air yang berprofesi sebagai nelayan. Maka tak usah heran pula jika negara kita yang tercinta ini dijuluki sebagai Negara Maritim.<em></em></p>
<p>Nah, jika kita ingin mengintip kehebatan nenek moyang kita mengarungi samudera yang terbentang luas di Indonesia ini, ada baiknya kita mengunjungi Museum Bahari. <a title="Wisata Sejarah Indonesia" href="/category/museum" target="_blank">Museum</a> yang terletak di Jalan Pasar Ikan No. 1, Jakarta Utara, ini menyimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Di museum yang pengawasannya dilakukan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta ini memang jadi tempat yang pas bagi kita untuk membuka lembaran buku sejarah perkembangan maritim dan kelautan Indonesia.<em></em></p>
<p>Disini kita bisa melihat hampir seluruh jenis perahu-perahu dari berbagai daerah di Indonesia seperti Perahu Pinisi dari Bugis, Perahu Kora-Kora dari Maluku, Perahu Mayang dari Pantai Utara Pulau Jawa, Perahu Lancang Kuning dari Riau, dan juga Perahu Jukung dari kalaman. Di museum ini juga kita bisa menyaksikan foto-foto lawas tentang kebesaran pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia.<em></em></p>
<p>Bukan hanya itu, di museum yang dulunya sempat digunakan sebagai gudang penyimpanan hasil bumi oleh pemerintah Kolonial Belanda itu, kita bisa mempelajari aneka biota laut, aneka perlengkapan nelayan dan pelayaran tradisional, peta pelayaran, hingga adat istiadat nelayan di Nusantara. Belakangan malah Museum Bahari sudah dilengkapi oleh koleksi dari TNI AL seperti matra TNI AL, koleksi kartografi, tokoh-tokoh maritim Nusantara, dan sebagainya.<em></em></p>
<p>Koleksi yang disimpan dalam museum yang berada di kawasan kuno Pelabuhan Sunda Kelapa ini, dipamerkan dalam delapan ruangan. Tapi salah satu yang menjadi keistimewaan dari Museum Bahari ini adalah kehadiran Menara Syahbandar. Menara yang dibangun sekitar tahun 1839 ini dahulunya digunakan oleh VOC untuk mengawasi hilir mudik kapal dagang di Pelabuhan Sunda Kelapa. Hebatnya, menara ini masih berdiri kokoh di kompleks Museum Bahari.<em></em></p>
<p>Seperti kebanyakan museum yang berjejer di kawasan Ibu Kota, Museum Bahari juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Selain pernah digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil bumi VOC, museum ini juga sempat digunakan sebagai tempat penyimpanan logistik tentara Jepang. Bahkan PLN dan PTT pun sempat memanfaat gedung yang terdiri dari empat bangunan ini sebagai gudang.<em></em></p>
<p>Mengunjungi museum ini Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar dua ribu rupiah saja. Museum ini biasanya dibuka sejak Selasa sampai Minggu mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00. Tapi sayangnya, dengan harga yang sangat murah itu pun kita sebagai generasi muda masih pikir dua kali untuk mengunjunginya. Padahal, banyak sekali aspek-aspek sejarah maritim Tanah Air yang bisa kita maknai untuk meningkatkan kembali jiwa kepatriotisme.<em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.palingindonesia.com/tempat-wisata-sejarah-museum-bahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
